Minggu, 27 November 2022 | 15:33
NEWS

Pekerja Migran di Luar Negeri Diingatkan Waspadai Jasa Transportasi Palsu

Pekerja Migran di Luar Negeri Diingatkan Waspadai Jasa Transportasi Palsu
Kepala BP2MI Benny Rhamdani (Tangkapan Layar)

ASKARA - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) meminta agar para migran yang masih berada di luar negeri, untuk tidak mudah percaya pada jasa transportasi yang dikhawatirkan menipu atau ilegal.

"Kepada saudara-saudara PMI yang masih di luar negeri agar tidak percaya pada siapapun yang menawarkan jasa transportasi, kecuali datang langsung di konter resmi maskapai yang sudah kita kenal," ujar Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, Sabtu kemarin (9/5). 

Sebaiknya para migran bisa menghindari segala bentuk kemungkinan terjadinya pemerasan, penipuan dan kejahatan lainnya. 

Pihaknya dan jajaran kementerian/lembaga terkait juga berkomitmen untuk hadir dalam melakukan pelayanan kepada para PMI. Terlebih PMI kata dia merupakan pejuang bagi keluarga dan pahlawan devisa.

"Kami ingin meyakinkan, bahwa pemerintah telah, sedang, dan terus bekerja. Bahwa negara akan tetap hadir memberikan pelayanan sekaligus perlindungan. Dan BP2MI akan terus melakukan pelayanan maksimal dan kerja kerja optimal di lapangan," ujarnya. 

Sebelumnya, di tengah pandemi virus corona (Covid-19), BP2MI hingga saat ini pihaknya telah memfasilitasi kepulangan 126.742 PMI kembali ke Tanah Air dari titik-titik kepulangan, baik menggunakan transportasi darat, laut, dan udara, untuk PMI yang sehat, sakit maupun meninggal dunia, atau PMI yang kepulangannya secara mandiri atau yang kepulangannya dijemput keluarga. 

Diperkirakan pada bulan Mei hingga Juni 2020 mendatang, gelombang kepulangan migran akan jauh lebih tinggi dan dinamis. 

"Di mana sebanyak 34.300 PMI akan kembali ke Tanah Air karena berakhir masa kontrak kerja di 54 negara penempatan," kata Benny. 

Komentar