Kelompok Rentan Jadi Prioritas Penerima Bantuan KBRI Nairobi
ASKARA - Di tengah pandemi Covid-19, perwakilan Indonesia di luar negeri hadir bagi para WNI.
Seperti halnya KBRI untuk Nairobi yang mendistribusikan paket kebutuhan pokok membantu kelompok masyarakat Indonesia yang rentan pada Selasa (5/5) waktu Afrika.
Pelaksana Fungsi Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) di KBRI Nairobi Wibanarto Eugenius mengatakan bahwa hal ini sebagai upaya mengurangi beban masyarakat Indonesia yang terkena dampak tidak langsung dari pandemi Covid-19, khususnya kepada kelompok rentan.
"Karena Covid-19 banyak masyarakat yang terkena dampak, mulai dari stranded hingga penghasilan berkurang. Masyarakat rentan kita prioritaskan," jelasnya.
Bantuan yang diberikan adalah bahan pangan seperti beras, mie instan, gula, minyak, vitamin dan produk kebersihan seperti sabun, hand sanitizeri dan masker.
Wibanarto mengatakan, dengan wilayah akreditasi yang luas meliputi enam negara menimbulkan tantangan tersendiri bagi pendistribusian bantuan. Terlebih diperparah kebijakan isolasi yang saat ini diberlakukan di Nairobi dan sekitarnya.
Meski begitu, KBRI tidak membiarkan kelompok masyarakat rentan yang berada di luar wilayah Nairobi sendirian. Untuk masyarakat Indonesia di Kenya, bantuan dikirimkan melalui jasa ekspedisi. Sejauh ini, sudah terdapat empat tujuan pengiriman yang dijangkau yaitu Eldoret, Oyugis, Ogembo, dan Lodwar.
"Atas nama para suster kami mengucapkan terima kasih kepada bapak duta besar dan seluruh staf yang ada di KBRI Kenya atas usaha untuk melayani seluruh masyarakat Indonesia di Kenya," kata Suster Yoseftine yang bertugas di sebuah klinik ibu dan anak di wilayah Githunguri.
"Kami akan mendoakan dan mendukung semua upaya dari KBRI dalam misi di tanah Afrika, khususnya di Kenya," tambah Suster Wilfrida.
Adapun, masyarakat rentan Indonesia di luar Kenya, KBRI mengupayakan untuk memberi bantuan melalui cara lain seperti memberikan bantuan dengan cara transfer tunai kepada enam misionaris yang mengalami kesulitan di RD Kongo.
"Saat ini kita hampir selesai mendata seluruh WNI di wilayah akreditasi," kata Wibanarto.
Rampungnya pendataan diharapkan tidak ada kelompok masyarakat Indonesia yang terlewat.
Selain itu, KBRI Nairobi juga memberikan bantuan kepada WNI yang tertunda kepulangannya ke Tanah Air dengan membantu memfasilitasi akomodasi bagi WNI yang terdampar (stranded) akibat ditutupnya penerbangan komersil.

Komentar