Rabu, 22 Juli 2026 | 03:43
NEWS

Jadi Rujukan, RS Akademi UGM Ditargetkan Rampung Akhir Mei

Jadi Rujukan, RS Akademi UGM Ditargetkan Rampung Akhir Mei
Penyelesaian pembangunan RS Akademi UGM. (Dok. Kementerian PUPR)

ASKARA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Akademi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk dijadikan sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.

Pembangunan RS Akademi UGM terhenti di tahun 2010 yang progresnya saat itu sudah mencapai 75 persen.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, penyelesaian RS Akademi UGM menjadi bagian dari refocussing anggaran sebesar Rp 1,829 triliun guna mendukung percepatan penanganan Covid-19. Sebagai rujukan, RS Akademi UGM memiliki kapasitas 107 tempat tidur rawat inap, ruang tindakan dan ruang isolasi. 

"Berdasarkan hasil penilaian teknis Balitbang PUPR, secara struktur gedung rumah sakit masih baik dan bisa dipakai. Dengan demikian, penyelesaian rumah sakit ini tidak memakan waktu terlalu lama," jelas Menteri Basuki, Sabtu (25/4). 

Dia menuturkan, RS Akademi UGM memiliki dua gedung masing-masing terdiri dari lima lantai dengan luas keseluruhan sekitar 8.600 meter persegi. Pembangunan rencananya ditargetkan tuntas pada akhir Mei mendatang. 

Pembangunan lanjutan RS Akademi UGM dilakukan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Ditjen Cipta Karya dengan kontraktor PT. Adhi Karya. Kelanjutan penyelesaian di antaranya adalah struktur berupa screed beton (lapisan halus di atas beton/plester), perkuatan baja, dan perbaikan membran. 

Progres pengerjaan screed beton dan perbaikan membran pada Gedung A Yudhistira saat ini sudah 100 persen sedangkan untuk penguatan baja masih 10 persen. Ditargetkan selesai pada 29 April. 

Perbaikan struktur di Gedung B Arjuna saat ini untuk pengerjaan screed beton sudah mencapai 80 persen, penguatan baja 10 persen dan perbaikan membran yang baru dimulai dengan target seluruhnya selesai akhir April.

Dilakukan juga perbaikan fisik bangunan berupa pengecatan, instalasi air minum, listrik dan hydrant di Gedung A adalah 35 persen untuk instalasi kabel dan pipa saluran air, sedangkan untuk pengerjaan hydrant masih 15 persen. 

Adapun perbaikan fisik di Gedung B saat ini untuk instalasi kabel sudah 60 persen dan pipa saluran air 20 persen.

Dikerahkan sebanyak 139 pekerja untuk menyelesaikan pembangunan RS Akademi UGM. Pelaksanaannya ditekankan dengan tetap memerhatikan protokol pencegahan Covid-19 seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan.

Komentar