Menguak Konspirasi Covid-19 dari Kelompok Elite Versi Channel Flat Earth 101
ASKARA - Sebuah channel Youtube diserbu jutaan viewers Indonesia. Beberapa episode dalam channel ini diduga sempat di banned pihak Youtube lantaran mengungkap hadirnya virus corona (covid-19) dari kelompok elite dunia.
Channel youtube tersebut dibuat oleh Flat Earth 101 yang hingga kini belum diketahui siapa sosok di baliknya. Dalam website resminya, Dikatakan Youtube terus menghapus serial videonya dalam channelnya tersebut.
"Tampaknya Elite Global mulai gerah diekspose perilakunya. Mereka adalah segelintir elite yang menerapkan berbagai sistem - politik, militer, perbankan & moneter, sains, bisnis fiktif angkasa luar, dan lain-lain untuk menguntungkan diri mereka, dengan memiskinkan umat manusia lain di dunia," tulis website-nya dikutip Askara, Kamis (23/4).
"Oleh sebab itu, saya memutuskan untuk membuat web site pindahan dari Youtube ini. Semoga dapat menginspirasi kita semua - rakyat semesta - dalam melawan sistem global yang zalim. Salam People Power," tutupnya dengan menuliskan diri sebagai BossDarling.
Lalu seperti apa postingannya yang ditayangkannya dalam channelnya itu? Askara mencoba untuk mengulas salah satu serialnya yang nampak masih terpampang dan tidak di-banned Youtube berjudul "Episode 19A: Terbongkar!!! skenario Wabah dan Lockdown". Video ini telah ditonton hampir 1,5 juta viewers.
"Belum genap 7 hari tayang memperoleh satu setengah juta viewers lebih 96,2% like tampaknya terlalu menyolok, elit global mulai dibongkar perilakunya maka episode 18 di channel YouTube," ujarnya.
Pada episode 19A ini, channel itu membongkar sebuah dokumen yang diduga skenario dalam penyebaran virus Covid-19.
"Sudah dibuat oleh Rockefeller Foundation pada 10 tahun lalu, tahun 2010 ini adalah bukti otentik dokumen resmi yang bahkan ada di Universitas PBB," ungkapnya.
Apa yang terjadi pada saat ini seperti kepanikan, menggunakan masker, cek temperatur tubuh sebelum masuk gedung-gedung, serta sejumlah toko tutup dan ekonomi yang runtuh, jelasnya, persis dalam skenario tersebut. Seperti diketahui Rockefeller Foundation merupakan salah satu pentolan elite global. Lebih jelasnya skenarionya ini bisa di download di academia.edu, dengan judul Scenarious for the Future of Technology and International Development.
"Para penggagas dan donatur foundation diwakili oleh managing directornya (Claudia Juech) dan co Presiden global bisnis networknya (Andrew Blau), dokumen ini menggunakan kedok kajian akademis di mana Rockefeller Foundation, dengan dana berlimpah memanggil narasumber dari berbagai kalangan termasuk berbagai universitas terkemuka," kata dia.
Universitas tersebut di antaranya MIT, New York University, Boston, University, University of California Berkeley, The George Washington University.
"Kalau suatu saat dokumen ini terbongkar seperti yang kita lakukan sekarang ini, mereka akan berkilah bahwa ini adalah kajian akademis bukan rencana elit global, anda harus membaca yang tersirat, bukan hanya yang tersurat," ingatnya.
Tahun 2010, menurutnya, di dalam dokumen itu mereka membuat skenario terjadinya wabah dua tahun kemudian, menariknya mereka menggunakan kalimat past tense, di mana seolah-olah semua sudah terjadi.
"Mereka spesifik menggunakan istilah 'wabah sejenis flu' yang berbeda dengan virus flu sebelumnya, persis seperti itulah Covid-19, wabah mengakibatkan lumpuhnya perekonomian industri pada mati, rantai suplai dunia hancur, tokoh-tokoh dan kantor-kantor pada tutup para karyawan jadi pengangguran," ungkapnya lagi.
Hebatnya, ucap Boss Darling itu, mereka juga membuat skenario bahwa China merupakan negara pertama yang melakukan Lockdown akibat virus ini.
"Persis seperti yang terjadi di Wuhan 10 tahun kemudian, dalam skenario mereka para penduduk memakai masker cek temperatur tubuh sebelum masuk gedung, persis seperti yang terjadi saat ini, dan dalam skenario ini kontrol otoriter terhadap penduduk seperti itu terus berjalan meski wabahnya sudah hilang," ujarnya.
Menurutnya, dalam skenario itu disebutkanrakyat jadi seperti tahanan di penjara.
"Dalam skenario elit global, yang namanya pandemi virus, terorisme, krisis lingkungan, seperti global warming krisis ekonomi, kemiskinan sengaja membuat rakyat lemah, sehingga pada akhirnya rakyat yang sukarela tekuk lutut di bawah pemerintahan diktator yang otoriter perbudakan global, new world order," imbuhnya.
Disebutkan juga dalam skenario pada 10 tahun lalu dengan alasan keamanan dan kesehatan, penduduk dunia akhirnya akan sukarela menggunakan biometric ID.
"Itulah chip, yang ditanamkan di tubuh Anda yang dibahas pada episode lalu, dalam skenario mereka anda akan diminta ditanam chip secara sukarela karena takut masalah keamanan, takut masalah kesehatan, dan sekaligus nantinya sebagai alat pembayaran satu-satunya pengganti uang mata uang tunggal dunia di bawah New World order," kata dia.
Dia pun menyimpulkan bahwa ada delapan point dari skenario yang dirangkumnya. Pertama, ada terdapat wabah flu baru yang sangat mematikan, kedua ekonomi lumpuh, rantai suplai hancur, ketiga toko-toko dan kantor tutup, karyawan, jadi pengangguran, keempat, AS terkena dampak, China menjadi negara pertama lockdown dan sembuh, kelima penduduk Dunia menggunakan masker, cek temperatur di pintu masuk.
Keenam, meski wabahnya hilang, kontrol otoriter terus berjalan, bahkan ditingkatkan. Ketujuh rakyat dunia seperti tawanan di penjara, dan kedelapan rakyat dunia suka rela memasang Biometric ID.
"Nomor 1 hingga 5 adalah persis seperti yang terjadi saat ini sedangkan nomor 6, 7, dan 8 saat ini belum terjadi adalah kewajiban kita di power untuk melawan agar hal itu tidak terjadi," katanya.
Channel youtube ini pun dibanjiri sebanyak lima ribuan komentar netizen, mewarnai postingan ini baik pro maupun kontra.
"Sehebat papun manusia membuat skenario yang hampir 100 persen berhasil, lihat endingnya, hanya rencana Allah SWT yang terbaik," tulis @dedenfaturohman.
"Seperti yang ditulis dalam bukunya Mary Stewart Relfe "The New Money System" yang dikeluarkan tahun 1982, saya baru baca 1999, dan saya tercengang bajwa apa yang ditulis 1982 sudah mulai banyak terbukti di 1999, apalagi 2020," tulis komentar @richie
"Penasaran siapa dibalik FE 101, saya salut sama om sehat selalu ya om, sayang banget beru pertama kali nonton channel ini, penasaran episode 18 yang sudah ke banned belum sempat nonton," tulis @vitanopnop.

Komentar