Rabu, 17 Juni 2026 | 17:10
NEWS

Bule Sekeluarga Kabur dari Inggris Demi Mengisolasi Diri di Bali

Bule Sekeluarga Kabur dari Inggris Demi Mengisolasi Diri di Bali
David Pruden dan Corrine bersama anak kembar mereka di Bali. (Instagram-twintastic_nomads)

ASKARA - David Pruden dan Corrine, sepasang suami istri asal Inggris beserta dua anaknya nekat "kabur" dari Inggris jelang masa lockdown pada pertengahan Maret lalu demi mengisolasi diri di Bali.

Dengan hanya membeli tiket sekali jalan, sekeluarga itu terbang dari London menuju Bali pada 16 Maret lalu. Baik David maupun Corrine menyadari bahwa bisa saja mereka dianggap bodoh atau naif. Namun, keputusan mereka bukan tanpa alasan.

Pasutri itu mengaku meninggalkan Inggris demi melindungi kedua putra kembar mereka. Di Bali, mereka menyewa bangunan semipermanen kombinasi batu bata dan bambu di areal persawahan di Ubud, Gianyar.

Mereka memesan tempat tinggal selama di Bali melalui aplikasi Airbnb. Untuk makan, mereka memilih layanan pesan antar dari restoran lokal.

Pasutri itu lantas membagi foto momen-momen selama isolasi ke medsos. Mereka menuliskan keterangan “Escaped to Bali” yang artinya “Kabur ke Bali” dalam akun twintastic_nomads di Instagram.

Banyak yang memuji keputusan pasutri itu. Sampai-sampai televisi SkyNews mewawancarai mereka.

Bukan keputusan lazim bagi pasutri itu meninggalkan Inggris di saat banyak warga Negeri Ratu Elizabeth itu memilih pulang kampung. Kini, jumlah kasus pasien virus corona di Inggris sudah mendekati angka 100 ribu dengan angka kematian di atas 12.800 jiwa.

“Kami merasa agak berani, tetapi mungkin sedikit bodoh dan naif. Sangat sulit melupakan tindakan dan emosi kami dan itu sangat menegangkan,” ujar Corrine.

Sebenarnya pasutri itu juga sempat berpikir tentang tinggal bersama orang tia di Inggris dengan lingkungan nyaman, atau ke Budapest, Rumania. Namun, ada hal lain yang mendorong pasutri itu memilih meninggalkan Inggris menuju Bali.

“Kami perlu pergi ke tempat menyenangkan, tempat yang bagus baki kami dan anak-anak,” katanya. (mirror/jpnn)

Komentar