Belum Maksimal, Kang Emil Temukan Banyak Warga Depok Melanggar PSBB
ASKARA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok belum maksimal.
Masih banyak warga yang melanggar dan berlalu lalang di jalan-jalan Kota Depok.
"Menurut hasil riset universitas kalau PSBB ini dijalankan dengan disiplin maka akhir Juni sudah memasuki trend turun. Tetapi bila PSBB tidak diikuti oleh perusahaan yang masih bandel, mereka yang tidak jaga jarak, itu mungkin bulan setelah Juni isu Covid-19 masih berlangsung," tutur Kang Emil ketika mengunjungi check point PSBB di Kota Depok, Rabu (15/4).
Menurutnya, kepolisian sudah mendirikan pos-pos penjagaan untuk memeriksa warga yang berkegiatan di jalan. Warga yang melanggar akan mendapat surat teguran.
"Kepada mereka yang melanggar aturan yaitu mereka yang tujuannya tidak jelas, bukan kelompok yang termasuk di delapan zona pengecualian PSBB seperti logistik, pangan, kesehatan itu nanti akan diberi surat peringatan yang disebut blangko teguran, seperti surat tilang," jelas Kang Emil.
Kang Emil didampingi Wali Kota Depok Mohammad Idris mengunjungi Posko Bantuan Provinsi Jabar di perbatasan Jalan Kerinci, Sukmajaya dan Jalan Depok-Kabupaten Bogor di Cilodong.
Mohammad Idris mengakui jika banyak warganya yang banyak melanggar PSBB. Pelanggaran yang dilakukan warga seperti nongkrong di warung dan tidak menggunakan masker.
Dia menilai, PSBB di hari pertama masih banyak masalah dan meminta Satpol PP Kota Depok untuk melakukan penindakan secara merata.
"Masih banyak masalah, harus dievaluasi," tegas Mohammad Idris.

Komentar