Senin, 15 Juni 2026 | 18:59
COMMUNITY

Momentum Reformasi, KAMMI Jabar Bahas Arah Pembangunan Jawa Barat 2045

Momentum Reformasi, KAMMI Jabar Bahas Arah Pembangunan Jawa Barat 2045
KAMMI Jabar foto bersama usai diskusi bahas arah pembangunan Jawa Barat 2045 (Dok Pao)

ASKARA - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jawa Barat bersama Digdaya Indonesia dan Riset Resilien Nusantara menggelar forum diskusi bertajuk “Jawa Barat Development Outlook: Menyelaraskan Grand Design Nasional, Daerah, dan Aspirasi Publik” dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan 28 tahun Reformasi.

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah, akademisi, mahasiswa, dan elemen masyarakat dalam membahas tantangan serta arah pembangunan Jawa Barat menuju visi Indonesia Emas 2045.

Forum menghadirkan perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Barat Ryan, akademisi sekaligus Tim Ahli Riset Resilien Nusantara Delpiero Hegelian, serta Ketua Umum KAMMI Jawa Barat Aam Izus Salam.

Dalam paparannya, pihak Bappeda Jawa Barat menyoroti sejumlah tantangan pembangunan yang masih dihadapi provinsi tersebut, mulai dari tingginya angka pengangguran akibat ketidaksesuaian kebutuhan industri dan pendidikan, ketimpangan pembangunan wilayah utara dan selatan, persoalan kemiskinan, hingga ancaman urbanisasi dan krisis lingkungan.

Meski demikian, Jawa Barat dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu penggerak utama Indonesia Emas 2045 melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, investasi produktif, dan pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Delpiero Hegelian menilai Jawa Barat merupakan miniatur persoalan pembangunan nasional yang memperlihatkan berbagai paradoks pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi belum sepenuhnya menghadirkan pemerataan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi masyarakat.

“Pembangunan tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan proyek fisik, tetapi harus dilihat dari kualitas hidup masyarakat, pemerataan, dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Ketua Umum KAMMI Jawa Barat Aam Izus Salam mengatakan momentum 28 tahun Reformasi harus menjadi pengingat pentingnya memperkuat partisipasi publik dalam proses pembangunan daerah.

Ia menegaskan pembangunan tidak bisa hanya dilakukan secara top down, tetapi juga harus melibatkan aspirasi masyarakat, kalangan akademisi, dan generasi muda melalui pendekatan berbasis riset dan kajian.

“Kami ingin menghadirkan ruang dialog yang konstruktif sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan untuk pembangunan Jawa Barat ke depan,” katanya.

Melalui forum tersebut, KAMMI Jawa Barat bersama Digdaya Indonesia dan Riset Resilien Nusantara juga berencana menyusun policy brief yang akan disampaikan kepada Bappeda Jawa Barat sebagai masukan strategis dalam penyusunan arah pembangunan daerah menuju 2045.

 

Komentar