Kamis, 04 Juni 2026 | 07:00
NEWS

Peringati Paskah, Umat Kristiani Cukup Gelar Doa dari Rumah

Peringati Paskah, Umat Kristiani Cukup Gelar Doa dari Rumah
Plt. Direktur Urusan Agama Katolik Kemenag F.X Rudi Andrianto mengimbau umat Kristiani tetap berada di rumah saat Paskah. (BNPB)

ASKARA - Kementerian Agama dan pihak gereja menyepakati peniadaan kegiatan keagamaan yang bersifat mengumpulkan umat guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) semakin luas.

"Kita meniadakan semua kegiatan keagamaan kegerejaan yang bersifat mengumpulkan umat," kata Pelaksana Tugas Direktur Urusan Agama Katolik Kemenag F.X Rudi Andrianto di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (10/4).

Kendati demikian, perayaan kegiatan keagamaan masih dapat dilakukan di Gereja Katedral maupun Gereja Katolik Paroki dengan cara sederhana tanpa kehadiran umat. Yakni melalui jaringan teknologi komunikasi yang dapat diakses dengan video streaming.

"Untuk itu kita akan memberikan pencerahan ataupun misa melalui online streaming, live streaming, Youtube, TVRI, RRI dan sebagainya," beber F.X Rudi.

Dia berpesan kepada umat Kristiani agar tetap berdoa dari rumah dan saling menguatkan antar sesama. Agar permasalahan pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

"Untuk itu di masa Paskah ini kita bisa tetap berdoa dan menerima permasalahan Covid-19 ini dengan tetap di rumah, berdoa, saling mendoakan, saling memperkuat. Sehingga bisa cepat terlepas dari kondisi ini," jelas F.X Rudi.

Umat Kristiani juga tetap diminta mengikuti anjuran pemerintah dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 detik, memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Lebih jauh, F.X Rudi mengimbau agar umat tidak pulang ke kampung halaman. Sebagai langkah antisipasi mencegah penyebaran Covid-19.

"Kali ini ibadah di rumah dan produktif di rumah. Lakukan semua dengan disiplin. Jadilah pahlawan, lindungi diri, lindungi orang lain. Mari menangkan perang melawan Covid-19," tandasnya.

Komentar