Rabu, 10 Juni 2026 | 02:23
NEWS

Pengembangan Vaksin Corona di Indonesia Butuh Waktu Minimal Setahun

Pengembangan Vaksin Corona di Indonesia Butuh Waktu Minimal Setahun
Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro (Dok: BNPB)

ASKARA - Kementerian Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan bahwa penelitian dan pengembangan vaksin Corona atau SARS-CoV-2 di Indonesia setidaknya memerlukan waktu minimal satu tahun. 

Kecuali apabila sudah ada vaksin yang telah dikembangkan di luar negeri sebelumnya sehingga kemudian bisa diproduksi di Indonesia.

"Bagaimana obat dan vaksin? Ini jangka menengah panjang. Untuk vaksin, misalkan kira-kira dibutuhkan paling tidak satu tahun minimal," ujar Menristek BRIN Bambang Brodjonegoro di BNPB, Selasa (7/4).

Selain vaksin, Tim Konsorsium Covid-19 sedang fokus mengembangkan suplemen untuk menjaga imunitas tubuh yang dibuat dari berbagai bahan baku di Indonesia.

Sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, timnya juga mengembangkan pengkajian obat Covid-19, salah satunya pil kina yang memiliki kesamaan dengan Chloroquine, obat malaria.

"Mudah-mudahan dengan pengujian ini ada sesuatu barangkali berkontribusi pada pengobatan Covid-19," harap mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas itu. 

Vaksin mencegah infeksi dan cara terbaik untuk melakukannya saat ini adalah menjaga higienitas yang baik.

Sebelumnya, Menristek Bambang Brodjonegoro mengatakan, upaya pembuatan vaksin itu akan melibatkan sejumlah pihak yang tergabung dalam sebuah konsorsium.

"Selain itu tentunya dengan terlibat dalam pengujian sampel kita harapkan dipimpin oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Kita coba untuk mengembangkan vaksin untuk Covid-19," kata Bambang, Kamis (26/3).

Ia menuturkan waktu 12 bulan untuk pengembangan vaksin terbilang cukup cepat, namun akan diupayakan berbagai cara jika sekiranya dapat dikembangkan dalam jangka waktu yang lebih pendek.

Komentar