Kamis, 04 Juni 2026 | 11:54
NEWS

DKI Jakarta Paling Banyak Terima Tambahan APD

DKI Jakarta Paling Banyak Terima Tambahan APD
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Corona Achmad Yurianto. (BNPB)

ASKARA - Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah mendistribusikan alat pelindung diri (APD) ke berbagai wilayah di seluruh Indonesia. 

DKI Jakarta menjadi provinsi yang menerima bantuan tambahan APD paling banyak disusul oleh Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Banten, dan luar Pulau Jawa.

"Di Provinsi DKI Jakarta kami telah mendistribusikan di seluruh jajaran rumah sakit yang memberi layanan perawatan Covid-19 telah dikirim dan diterima tambahan 85 ribu unit APD," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Corona Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (4/4).

Pemerintah juga menyalurkan tambahan 55.000 unit APD ke Jawa Barat, 25.000 ke Jawa Timur, 20.000 ke Jawa Tengah, 12.500 ke Bali, dan 10.000 ke Yogyakarta. Kemudian 10.000 ke Banten dan 5.000 ke daerah di luar Jawa dan Bali. Sehingga ada lebih dari 300.000 unit APD yang telah disalurkan.

Pemerintah akan terus berupaya mencari dan mengirim bantuan APD ke seluruh provinsi untuk memenuhi kebutuhan.

"Ini jumlah yang belum mencukupi apabila dihadapkan dengan perkembangan kasus yang terus berjalan. Angka ini bukan angka yang dianggap cukup dan berhenti karena kami akan terus mengirim lebih lanjut," jelas Yurianto.  

Pemerintah kembali mengingatkan banyaknya fasilitas kesehatan dari rumah sakit, tenaga medis hingga APD dan perlengkapan yang tersedia harus sejalan dengan masyarakat yang ikut berpartisipasi mencegah penularan Covid-19. 

"Kuncinya bukan seberapa banyak rumah sakit yang disiapkan, seberapa banyak laboratorium dan peralatan yang disiapkan tetapi seberapa banyak peran kita semua mencegah jangan sampai terjadi penularan karena ini penting," terang Yurianto. 

Untuk itu, pemerintah menganjurkan masyarakat tetap berada di rumah, menjaga jarak 1,5-2 meter dengan orang lain, serta rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. 

"Mari kita putus rantai kontak langsung dengan penderita positif. Jaga jarak dalam berkomunikasi sosial dengan siapapun," tandas Yurianto.

Komentar