Kamis, 18 Juni 2026 | 12:08
NEWS

Sultan Minta Pendatang Lakukan Isolasi Mandiri

Sultan Minta Pendatang Lakukan Isolasi Mandiri
Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Kratonjogja)

ASKARA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta para pendatang yang baru tiba dari luar daerah melakukan isolasi secara mandiri minimal 14 hari sebagai upaya mencegah penularan virus corona (Covid-19).

"Kami sepakat dalam rapat tadi mengambil kebijakan bahwa pendatang dari luar Yogyakarta yang masuk ke Yogya harus diisolasi minimal 14 hari," katanya usai rapat dengan Forkopimda di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (26/3).

Dari isolasi itu mereka kemudian akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui positif atau negatif Covid-19.

"(Pemeriksaan) tidak kita lakukan di jalan-jalan tapi di tempat di mana dia berdomisili," kata Raja Yogyakarta itu.

Menurut Sultan, kebijakan tersebut diambil menyusul banyaknya pendatang atau perantau yang justru memutuskan pulang kampung ke DIY di tengah masa darurat bencana Covid-19.

Para perantau berbondong-bondong pulang ke Yogyakarta karena ada wilayah-wilayah lain yang ditutup sehingga di tempat itu mereka tidak bisa berjualan, tidak masuk kantor atau bahkan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Sehingga belum waktunya Lebaran tapi masyarakat Yogyakarta sudah pada pulang akibat virus. Sehingga saya punya perkiraan bahwa mereka yang perlu dipantau itu akan makin besar," jelas Sultan.

Dia mengakui dalam dua hari terakhir DIY mengalami lonjakan jumlah orang yang harus dipantau kondisinya. Pasalnya, banyak masyarakat yang daerah perantauan mereka menjadi zona merah Covid-19. 

"Hari ini terdata lebih dari seribu orang yang perlu kita pantau," kata Sultan.

Para pemudik itu tidak mungkin dicegah karena juga merupakan penduduk DIY. Oleh karena itu, Sultan mengimbau bupati/wali kota se-DIY beserta perangkatnya untuk turun tangan menumbuhkan kesadaran memutus mata rantai Covid-19.

Pemprov DIY juga akan mengerahkan lurah, dukuh, babinsa, serta babinkamtibmas untuk melakukan pendataan terhadap para pendatang.

"Kenapa bagi saya ini penting, karena fakta sampai hari ini virus corona yang ada di Yogyakarta dengan penderita yang makin banyak itu semua adalah produk impor dalam arti tertular setelah dia keluar dari Yogyakarta," jelas Sultan.

Total data pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah diperiksa terkait Covid-19 di DIY sejauh ini 130 orang. Dari jumlah tersebut, 33 orang dinyatakan negatif, 18 orang positif di mana sembuh satu orang, meninggal dunia tiga orang, sedangkan yang masih menunggu hasil 79 orang di mana dua di antaranya telah meninggal dunia. (jpnn/why)

Komentar