PLN Minta Warga Catat Sendiri Pemakaian Listrik
ASKARA - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kota Depok, Jawa Barat tidak lagi mengirimkan petugas pencatat meter pemakaian listrik ke rumah warga.
PLN meminta warga melakukan pencatatan sendiri dan mengirimkan via jaringan perpesanan WhatsApp.
Manager UP3 PLN Kota Depok Putu Eka Astawa mengatakan, hal itu dilakukan karena PLN melakukan kebijakan work from home (WFH) sesuai imbauan pemerintah untuk memutus penyebaran virus corona (Covid-19).
"Selama ini untuk mendapatkan angka stan di KWH per bulan kami mengirim petugas lapangan yang ke rumah. Tapi khusus bulan ini kami menerapkan ketentuan WFH sehingga agar angka stan tetap kami dapat maka kami mohon pelanggan mengirimkannya via nomor WA yang telah kami berikan," jelas Putu Eka, Selasa (24/3).
PLN Kota Depok mengimbau seluruh pelanggan pasca bayar PLN UP3 untuk mengirimkan foto KWH Meter. Dengan cara ketik format ID Pelanggan#Nama#Angka Stand Meter# dan mengirim ke nomor WhatsApp mulai 26-29 Maret 2020.
Untuk kode awal KWH 53871 yang mencakup wilayah Kecamatan Beji, Limo, Pancoran Mas, Sukmajaya, Cilodong (sebagian), Cipayung (sebagian) dapat dikirim ke nomor 0857-7692-2006 atau 0813-8916-8337.
Sementara kode awal 53872 wilayah Cibinong, Cilodong (sebagian), Tapos (sebagian) dikirim ke nomor 0821-1059-9694. Kemudian kode awal 53872 wilayah Ciseeng, Gunung Sindur, Parung, Sawangan, Bojongsari, Tajur Halang (sebagian) dikirim ke nomor 0813-8966-1541.
Wilayah Cimanggis, Tapos (sebagian) dengan kode awal 53874 dapat dikirim ke nomor 0856-194-2626. Sedangkan pelanggan Wilayah Bojong Gede, Cipayung (sebagian), Tajur Halang (sebagian) dengan kode awal 53875 dapat mengirimkan foto KWH Meter ke nomor 0851-0022-9955.
PLN Kota Depok memiliki 270 orang petugas pencatat KWH Meter untuk sekitar 438 ribu pelanggan. Namun pihaknya sekarang memberlakukan kebijakan WFH.
Putu Eka memastikan bahwa pihaknya telah melakukan sosialiasi ke pelanggan mengenai kebijakan itu.
"Khusus bulan ini kami lebih intens sampaikan melalui media WA Grup, muspida dan lainnya," ujarnya.

Komentar