Dokter Meninggal Dunia Tangani Corona, Jubir: Pemerintah Bersedih
ASKARA - Jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona (Covid-19) hingga Minggu (22/3) mencapai 48 orang. Di antara jumlah tersebut diketahui merupakan tenaga medis.
Sebelumnya, sebanyak tiga dokter meninggal dunia akibat Covid-19, yakni dr Hadio Ali Khazatsin, dr Djoko Judodjoko, dan dr Adi Mirsa Putra.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengungkapkan bahwa pemerintah menyatakan keprihatinan mendalam atas meninggalnya sejumlah tenaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19 di Tanah Air.
"Pemerintah menyatakan keprihatinan mendalam dan duka cita yang sedalam-dalamnya atas beberapa tenaga kesehatan yang terpaksa harus menjadi korban dari penyakit COVID-19," kata Yuri, dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta Timur, Minggu (22/3).
Dikatakan Yuri, para tenaga medis dan dokter yang meninggal dunia tersebut telah melakukan pengabdian di jalur yang benar.
"Pemerintah bersedih untuk ini, dan kami menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya. Yakinlah kita berada dalam pengabdian yang benar, profesional dan kita berikan semuanya untuk kebaikan rakyat kita yang dicintai ini," jelas dia.
Yuri pun kembali mengingatkan agar masyarakat disiplin menerapkan social distancing.
"Saling mengawasi, mengingatkan dan kemudian saling membantu, karena pada hakikatnya inilah jati diri bangsa yang selalu bergotong royong, selalu memiliki tenggang rasa sosial, bersama-sama menghadapi Covid-19," terang Yuri.
Sebelumnya, kasus positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 514 kasus dengan angka kematian bertambah 10 orang menjadi 48 orang.

Komentar