Selama Pandemi, Dua Anggota IDI Kota Blitar Gugur karena Covid-19
ASKARA - Meski konfirmasi kasus Covid-19 terus melandai di Kota Blitar, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Blitar meminta agar seluruh elemen tetap waspada menerapkan protokol kesehatan. Sebab, Covid-19 belum hilang di Kota Blitar.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Blitar, Mafrurrochim Hasyim mengatakan, saat ini kasus Covid-19 di Kota Blitar terus menurun.
Bahkan pasien yang dirawat di rumah sakit saat ini di bawah 5 orang. Hal ini sejalan dengan meningkatkanya kesadaran masyarakat dalam menerapkan prokes, seperti menggunakan masker dan ikut menyukseskan vaksinasi.
Hasyim menyebutkan, selama pandemi, IDI Kota Blitar mencatat 2 dokter di Kota Blitar gugur akibat Covid-19.
Menurut Hasyim, tingginya angka kasus Covid-19 menjadi penyebab dua dokter ini meninggal Juli lalu. Sedangkan dari 190 dokter yang tergabung di IDI Kota Blitar, 15 di antaranya pernah terkonfirmasi Covid-19.
“Tahun lalu pemakaian masker masih minim. Tapi sekarang masyarakat sudah terbiasa memakai masker, sudah bukan sesuatu yang tabu. Saya rasa edukasi atau pembiasaan yang dilakukan beberapa pihak ini bagus, meski mungkin masih ada beberapa yang juga belum terbiasa,” jelas Hasyim, Kamis (11/11).
“Kami meminta seluruh elemen baik dari Forkopimda, nakes serta masyarakat Kota Blitar untuk bekerja sama meningkatkan prokes Covid-19 dan vaksinasi. Apalagi pemerintah pusat telah mewanti-wanti soal ancaman gelombang III pada akhir tahun 2021," pinta Hasyim.

Komentar