Kamis, 04 Juni 2026 | 08:47
NEWS

Pemerintah Pastikan Ratusan Rumah Sakit Siap Rawat Pasien Corona

Pemerintah Pastikan Ratusan Rumah Sakit Siap Rawat Pasien Corona
Juru Bicara Pemerintah Dalam Penanganan Wabah Corona, Achmad Yurianto (Gatra.com)

ASKARA - Juru Bicara Pemerintah Dalam Penanganan Wabah Corona, Achmad Yurianto mengatakan sebanyak 109 Rumah Sakit (RS) milik TNI, 53 RS Polri, dan 65 RS BUMN, siap merawat penderita Covid-19. 

"Beberapa RS swasta juga berpartisipasi, di dalam ini salah satunya adalah RS Pertamina Jaya, ini mendedikasikan seluruh tempat tidurnya untuk kasus Covid-19. Demikian juga RS swasta yang lainnya tersebar di Jakarta dan sekitarnya," ujar Yuri, di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Selasa (17/3).

Jumlah pasien positif Covid-19 hari ini tercatat mencapai 172 kasus dan paling banyak di DKI Jakarta. Menurut Yuri, hal itu lantaran Jakarta merupakan pintu dari berbagai negara sehingga lebih rentan terjadi kontak dengan orang yang terjangkit Covid-19. 

"Ini adalah bentuk dari tracing yang berhasil dilaksanakan oleh jajaran Dinkes DKI yang dibantu oleh unsur kepolisian dan Pemda setempat untuk melakukan kontak tracing. Kami bersyukur bahwa cukup banyak yang bisa kita dapatkan," kata Yuri.

172 pasien yang positif terjangkit corona tersebut saat ini sudah dalam proses pemulihan di RS. Sementara lainnya yang masih negatif namun memiliki gejala mengarah pada positif corona dan diminta mengisolasi diri di rumah dan tidak perlu dirawat di RS.

"Ketentuan tentang isolasi di rumah, tentang karantina rumah sudah kita  berikan, sudah kita sosialisasikan juga kepada masyarakat sehingga mereka tak perlu khawatir bahwa harus merasa dirawat di RS, karena isolasi rumah ini bukan sesuatu yang sulit, sesuatu yang sederhana namun membutuhkan komitmen yang kuat bukan hanya dari pasiennya tetapi juga dari keluarganya," tutur Yuri.

Ditambahkan Yuri, selama di rumah orang-orang yang memiliki gejala Covid-19 itu juga harus mengenakan masker dan menerapkan social distancing dengan seluruh anggota keluarga lainnya. 

"Kemudian tidak menggunakan alat makan alat minum bersama, cukup istirahat, asupan gizinya cukup dan kemudian juga menjaga betul untuk tidak kontak dekat tanpa perlindungan dengan keluarga, anggota keluarga," kata Yuri.

Bahkan jika memungkinkan tidur tidak dalam satu kamar, meskipun bukan menjadi sesuatu yang mutlak, cara isolasi diri ini disebut merupakan tekad menghindari risiko positif virus corona. 

Komentar