Senin, 08 Juni 2026 | 22:25
NEWS

Malaysia Putuskan Lockdown Hingga 31 Maret

Malaysia Putuskan Lockdown Hingga 31 Maret
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. (Reuters)

ASKARA - Pemerintah Malaysia mengumumkan menutup akses baik ke luar maupun masuk negaranya.

Hal ini dilakukan lantaran wabah virus corona (Covid-19) yang semakin berkembang.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan, hingga saat ini, wabah corona telah menyebar di 135 negara. Sebanyak 162.711 orang telah mengonfirmasi positif di seluruh dunia. Bahkan sebanyak 6.443 orang diantaranya telah meninggal dunia. 

Adapun di Malaysia, terdapat peningkatan mendadak pada kasus virus corona yaitu 190 kasus pada Minggu kemarin (15/3) diikuti oleh 125 kasus baru hari ini (Senin, 16/3). Atau dengan total 553 orang telah terinfeksi. Dari jumlah tersebut, 511 di antaranya dirawat di rumah sakit, sementara 42 orang dinyatakan telah pulih. 

Pemerintah menanggapi situasi dengan menekankan peningkatan pencegahan penyebaran Covid-19 yakni menerapkan Perintah Kontrol Pergerakan mulai tanggal 18 hingga 31 Maret 2020 yang berlaku untuk seluruh negara. Perintah kontrol dibuat berdasarkan Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular 1988 dan Undang-Undang Kepolisian 1967.

"Pertama, larangan menyeluruh pergerakan dan perhimpunan ramai di seluruh negara termasuk aktiviti keagamaan, sukan, sosial dan budaya. Untuk menguatkuasakan larangan ini, semua rumah ibadat dan premis perniagaan hendaklah ditutup," jelas Muhyiddin Yassin dalam pidatonya. 

Ketentuan berlaku kecuali untuk supermarket, pasar umum, toko kelontong dan pusat perbelanjaan lain yang menjual kebutuhan sehari-hari. 

Khusus untuk penduduk beragama Islam disarankan untuk sementara tidak melakukan semua kegiatan keagamaan di masjid, termasuk Salat Jumat berjamaah. Sejalan dengan keputusan Rapat Komite Rapat Khusus yang diadakan pada 15 Maret. 

Selain itu, bagi warga Malaysia yang baru saja kembali dari luar negeri harus menjalani pemeriksaan kesehatan dengan mengikuti karantina sukarela (atau mengarantina diri sendiri) selama 14 hari.

Pemerintah juga membatasi masuknya wisatawan asing. Juga berlaku untuk penutupan semua taman kanak-kanak, sekolah negeri dan swasta sekolah harian, sekolah berasrama, sekolah internasional, pusat tahfiz dan lembaga pendidikan dasar, menengah dan pra universitas lainnya.

Penutupan juga berlaku untuk semua lembaga pendidikan tinggi negeri dan swasta (IPT) dan lembaga pelatihan keterampilan nasional.

Serta semua bangunan pemerintah dan swasta kecuali yang terlibat dengan layanan penting negara seperti air, listrik, telekomunikasi, pos, transportasi, irigasi, minyak, gas, bahan bakar, pelumas, penyiaran, keuangan, perbankan, kesehatan, farmasi, api, dan penjara. Kemudian pelabuhan, bandara, keamanan, pertahanan, pembersihan, persediaan eceran dan makanan.

Muhyiddin Yassin menyadari apa yang menjadi keputusan pemerintah akan berdampak kurang baik untuk kehidupan warga Malaysia.

"Namun ini adalah suatu keharusan diambil oleh pemerintah untuk mengekang penyebaran wabah, Covid-19 kemungkinan akan mengambil nyawa orang-orang di negara ini. Kami telah melihat peningkatan mendadak Covid-19 puluhan orang menginfeksi virus ke ribuan sekaligus," jelasnya.

Komentar