Soal Corona, Pernyataan Pemerintah Jangan Bikin Resah
ASKARA - Identitas dua pasien yang terindikasi terjangkit virus corona sempat diungkap Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam sebuah jumpa pers, namun tak lama kemudian dibantahnya.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan bahwa mengungkap identitas pasien adalah melanggar hak privasi. Terlebih jika menimbulkan pemberitaan luas yang membuat pasien tertekan dan meresahkan masyarakat.
Sebaiknya pemerintah fokus memastikan perawatan kesehatan pasien dan pencegahan penyebaran virus corona di Indonesia.
"Pemerintah pusat dan daerah harus melindungi data pribadi seseorang, bukan justru mengungkapnya," kata Usman Hamid kepada media, Jumat (6/3).
Dia menjelaskan, konstitusi telah menyebutkan bahwa tiap orang berhak atas perlindungan data pribadi dan berhak untuk merasa aman. Sesuatu yang ironisnya tidak dialami oleh pasien corona yang menggegerkan masyarakat belakangan ini.
"Segala pernyataan dan peringatan pemerintah jangan sampai membingungkan dan meresahkan publik, atau meremehkan seriusnya isu kesehatan ini," kata Usman Hamid.
Pemerintah wajib menyediakan panduan kesehatan yang akurat dan tepat waktu serta mencegah disinformasi soal virus corona dengan cara proporsional, legitimate, dan benar-benar diperlukan agar tidak melanggar hak asasi.
Mengingat Indonesia telah meratifikasi hukum-hukum internasional hak asasi manusia yang mewajibkan pemerintah memastikan kesehatan warganya. Ketersediaan layanan, dokter dan keperluan kesehatan lainnya, termasuk melindungi hak privasi.
"Ini harus dipatuhi semua pejabat pemerintah dari atas hingga ke bawah," ujar Usman Hamid.
Amnesty Internasional Indonesia mendesak pejabat terkait yang melanggar hak privasi pasien corona untuk meminta maaf dan memperbaiki tindakannya.
"Agar tidak menjadi preseden buruk dalam penanganan virus tersebut maupun dalam perlindungan privasi yang seharusnya dijamin negara," tegas Usman Hamid yang juga mantan koordinator Kontras.
Wali Kota Depok Mohammad Idris membantah telah mengungkap data alamat dua warganya yang disebut positif corona dalam konferensi pers pada Senin lalu (2/3).
"Dalam konferensi pers saya tidak menyebutkan nama dan alamat rumahnya," ucapnya.

Komentar