Jumat, 19 Juni 2026 | 19:45
LIFESTYLE

Kenali Perbedaan Covid-19, SARS dan MERS untuk Antisipasi

Kenali Perbedaan Covid-19, SARS dan MERS untuk Antisipasi
Ilustrasi (Alodokter)

ASKARA - Meski disebabkan oleh kelompok virus yang sama yaitu corona virus namun terdapat perbedaan antara Covid-19, SARS, dan MERS. 

Tidak hanya pada masa inkubasi, perbedaan ketiganya juga pada kecepatan penularan serta metode pengobatannya.

SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) pertama kali mewabah di Tiongkok tahun 2002, sementara MERS (Middle-East Respiratory Syndrome) muncul pertama kali di Timur Tengah pada 2012.

Akhir tahun 2019 lalu muncul penyakit baru di Tiongkok yang dinamakan Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) atau lebih dikenal sebagai virus corona. Virus yang pertama kali diketahui berasal dari Kota Wuhan ini telah menyebabkan banyak kematian di berbagai negara.

Masa inkubasi adalah waktu yang diperlukan oleh kuman untuk berkembang biak dalam tubuh seseorang hingga menimbulkan keluhan. Atau rentang waktu antara terjadinya infeksi dan munculnya gejala.

Meski penyebab Covid-19, SARS, dan MERS berasal dari keluarga virus yang sama namun ketiganya memiliki masa inkubasi berbeda. Masa inkubasi MERS adalah 2-14 hari dengan rata-rata 5 hari, dan masa inkubasi SARS adalah 1-14 hari dengan rata-rata 4-5 hari. Sementara masa inkubasi Covid-19 adalah 1-14 hari dengan rata-rata 5 hari.

Berdasarkan gejala, pada derajat ringan, ketiganya dapat menyebabkan demam, batuk, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat, lemas, sakit kepala, dan nyeri otot. Jika semakin berat, gejala ketiganya dapat menyerupai pneumonia yaitu demam, batuk parah, kesulitan bernapas dan napas cepat. Perbedaan besar adalah Covid-19 jarang disertai keluhan pilek dan keluhan pencernaan seperti buang air besar cair, mual, dan muntah.

Penyebaran virus corona dari hewan kepada manusia sangat jarang tapi hal inilah yang terjadi pada Covid-19, SARS, dan MERS. Manusia dapat tertular corona lewat kontak langsung dengan hewan yang telah terjangkit. 

SARS diketahui ditularkan dari luwak sedangkan MERS ditularkan dari unta berpunuk. Sementara pada Covid-19 ada dugaan hewan yang pertama kali menularkannya adalah kelelawar.

Seseorang dapat terjangkit virus Corona jika menghirup percikan air liur yang dikeluarkan oleh penderita Covid-19 saat bersin atau batuk. Penularan juga dapat terjadi jika seseorang memegang benda yang telah terkontaminasi percikan air liur penderita Covid-19 lalu kemudian memegang hidung atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

SARS dan Covid-19 lebih mudah menyebar dari manusia ke manusia daripada MERS. Dibandingkan dengan SARS, penularan Covid-19 dari manusia ke manusia lebih mudah terjadi.

Sejauh ini, angka kematian akibat Covid-19 tidak lebih tinggi dibandingkan SARS dan MERS. Angka kematian SARS mencapai 10 persen sedangkan MERS 37 persen. Namun, penularan Covid-19 yang lebih cepat membuat jumlah penderitanya meningkat tajam.

Sejauh ini belum ada obat yang terbukti efektif mengatasi Covid-19. Beberapa obat anti virus seperti oseltamivir, lopinavir, dan ritonavir sudah dicoba untuk diberikan kepada pasien terjangkit Covid-19 sambil terus diteliti.

Sedangkan pada SARS dan MERS, pemberian lopinavir, ritonavir serta obat anti virus spektrum luas terbaru bernama remdesivir sudah terbukti efektif.

Pada penderita infeksi virus corona dengan gejala berat, di samping anti virus juga perlu mendapatkan terapi cairan atau infus, oksigen, antibiotik, serta obat-obatan lain sesuai gejala yang muncul. Penderita Covid-19 juga perlu dirawat di rumah sakit agar kondisinya dapat dipantau dan tidak menularkan kepada orang lain.

Upaya pencegahan terhadap ketiganya dapat dilakukan dengan rutin mencuci tangan, menutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin, serta memasak daging dan telur hingga matang. Juga sebisa mungkin hindari kontak dengan orang yang sedang mengalami batuk dan demam. (dbs/why)

Komentar