Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:39
LIFESTYLE

Sahabat Odamun Hadir, Bawa Edukasi Autoimun ke Ruang Publik

Sahabat Odamun Hadir, Bawa Edukasi Autoimun ke Ruang Publik
Majalah Sahabat Odamun diluncurkan bersamaan dengan talkshow bertajuk “Tetap Survive dan Happy Dengan Autoimun” di Prodia Health Care Jakarta, Jalan Kramat, Jakarta Pusat (Dok PWI Jaya).

ASKARA - Minimnya pemahaman masyarakat mengenai penyakit autoimun mendorong hadirnya Sahabat Odamun, media yang secara khusus menyajikan informasi dan edukasi bagi orang dengan autoimun (odamun), keluarga, serta masyarakat umum.

Majalah Sahabat Odamun diluncurkan bersamaan dengan talkshow bertajuk “Tetap Survive dan Happy Dengan Autoimun” di Prodia Health Care Jakarta, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026). Media tersebut diterbitkan Fortuna Media dan Elang Perkasa Asia.

Pemimpin Redaksi sekaligus Pendiri Sahabat Odamun, Francisca Xaveriana Taolin, mengatakan media ini lahir dari pengalaman sebagai penyintas autoimun sekaligus kepedulian terhadap masih terbatasnya informasi mengenai penyakit tersebut.

“Sebagai salah satu penyintas autoimun, kami merasa terpanggil membuat Sahabat Odamun sebagai media informasi bagi sesama odamun dan masyarakat umum,” ujar Francisca.

Ia berharap media tersebut juga menjadi ruang komunikasi yang dapat mendukung kerja para dokter dan tenaga medis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai autoimun.

Wakil Ketua Bidang Kerja Sama dan Hubungan Antarlembaga PWI Jaya, Tb Adhi, yang hadir mewakili Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo, menyambut positif penerbitan Sahabat Odamun. Menurutnya, edukasi mengenai autoimun perlu diperluas, termasuk di kalangan pekerja media.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat Sahabat Odamun, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD, K-AI, menjelaskan bahwa autoimun merupakan penyakit yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang. Dalam dunia medis, kondisi pasien lebih dikenal dengan istilah remisi, bukan sembuh total.

“Jangan sampai terjadi flare up. Jaga pola tidur, makanan, aktivitas dan stres. Ikuti saran dokter yang kompeten,” kata Iris yang juga Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (Peralmuni).

Ia menjelaskan, penyakit autoimun dapat menyerang organ tertentu maupun berbagai organ secara sistemik. Jenisnya pun beragam, antara lain psoriasis, myasthenia gravis, lupus dan Sjögren syndrome. Autoimun juga bukan penyakit menular.

Menurut Iris, penyebab autoimun belum diketahui secara pasti. Faktor genetik, lingkungan dan hormonal diduga berperan, termasuk gangguan regulasi sistem kekebalan tubuh.

Pemimpin Umum Sahabat Odamun, Herliana Dewi, berharap kehadiran media tersebut dapat memperkaya informasi kesehatan di tengah perkembangan media digital. Sahabat Odamun hadir dalam format e-magazine sehingga dapat diakses masyarakat secara lebih luas, kapan dan di mana saja.

 

Komentar