Selasa, 09 Juni 2026 | 01:36
NEWS

Ada Corona, Depok Tidak Panik

Ada Corona, Depok Tidak Panik
Wali Kota Depok Mohammad Idris menjelaskan penanganan virus corona yang terjadi di wilayahnya. (Antara)

ASKARA - Pemerintah Kota Depok tidak akan meliburkan sekolah setelah ditemukannya dua warga yang positif terjangkit virus corona (Covid-19).

"Tidak, sekolah tidak diliburkan. Para pelajar tetap belajar seperti biasa," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris, Selasa (3/3).

Menurutnya, masyarakat tidak perlu panik ataupun khawatir menghadapi virus tersebut. Kepanikan akan membuat adanya krisis lainnya. Apalagi saat ini banyak warga yang memborong masker sehingga harganya mencapai Rp 10 ribu per lembar.

Pemkot Depok sendiri telah melakukan berbagai hal untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Kami sudah melakukan penyemprotan disinfektan yang bekerja sama dengan RS Brimob di rumah pasien positif Covid-19 dan juga kondisi tetangga pasien tetap dipantau," jelas Idris.

Selain itu petugas medis dan non medis yang sempat berinteraksi dengan pasien telah didata dan dilakukan pemantauan. Begitu juga seorang asisten rumah tangga pasien corona telah dirawat di RSPI Sulianti Saroso  serta tiga hewan peliharaan milik pasien dipantau.

"Semuanya tidak ada yang mengkhawatirkan, tetapi kita tetap waspada atas kasus tersebut," ujar Idris. 

Idris menambahkan, pihaknya telah membuka Pusat Krisis Covid-19 dengan nomor telepon yang bisa dihubungi di 119. 

"Jika ada warga yang menunjukkan gejala terindikasi Covid-19 kami akan mendatangi rumah warga tersebut," imbuhnya. (jpnn/why) 

Komentar