Senin, 08 Juni 2026 | 23:28
NEWS

Waspada Hujan Lebat Hingga Minggu Pagi

Waspada Hujan Lebat Hingga Minggu Pagi
Ilustrasi hujan (Istockphoto)

ASKARA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau warga untuk tetap siaga menghadapi potensi dampak hujan lebat di wilayah Indonesia pada Sabtu (29/2) hingga Minggu besok (1/3).

Kepala Pusdatinkom Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan, imbauan ditekankan berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika terhadap wilayah Indonesia yang berlaku sejak hari ini pukul 07.00 WIB hingga 1 Maret 2020 pukul 07.00 WIB. 

"Beberapa wilayah berstatus waspada dan siaga. Beberapa wilayah berstatus siaga yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Kalimantan Barat, sedangkan waspada yaitu Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur," papar Agus kepada media.

Jelang bulan Maret, BMKG juga memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi hujan dengan intensitas rendah hingga sangat tinggi. 

Kemudian pada Maret nanti, sebagian besar wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Riau berpotensi hujan dengan intensitas rendah, sedangkan wilayah pesisir barat Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua berpotensi dengan curah hujan tinggi hingga ekstrem. 

Dengan ini, prakiraan curah hujan pada bulan depan maka potensi bahaya banjir masih terjadi di wilayah Indonesia. 

Sementara itu, wilayah Kabupaten Karawang, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Bekasi masih ada genangan. Data Pusdalops BNPB pada Sabtu (29/2) pukul 12.00 WIB, genangan air di Kabupaten Bekasi beragam antara 5-150 centimeter, sedangkan di Kabupaten Karawang 10-80 centimeter. 

Jumlah warga mengungsi di Kabupaten Karawang sebanyak 746 kepala keluarga (4.140 jiwa). Mereka tersebar di lima titik pengungsian. Wilayah sekitar Jabodetabek yang masih terdapat warga mengungsi yaitu Kota Tangerang 247 KK (437 jiwa), Kabupaten Tangerang 60 KK (240 jiwa) dan Jakarta Timur 12 KK (65 jiwa).

Komentar