Senin, 08 Juni 2026 | 20:56
NEWS

Perayaan Hubungan Diplomatik RI-Iran di Atas Kapal Perang Kharg

Perayaan Hubungan Diplomatik RI-Iran di Atas Kapal Perang Kharg
Kapal Perang Kharg dalam perayaan hubungan diplomatik Iran-Indonesia ke-70. (Aprilia Rahapit/Askara)

ASKARA - Merayakan hubungan diplomatik Iran-Indonesia ke-70 tahun, Indonesia mendapatkan kunjungan dari Kapal Perang Kharg dari Republik Islam Iran, yang bersandar di Dermaga 300, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kapal ini telah tiba pada 25 Februari setelah selama lima hari berlayar langsung dari pelabuhan Bandar Abbas, Iran. Rencananya, kapal akan bersandar hingga tanggal 28 Februari mendatang. 

Kapal dengan berat sekitar 33 ribu ton tersebut membawa 300 mahasiswa yang mendapatkan pendidikan Akademi Angkatan Laut Iran selama perjalanan ke Jakarta maupun keberadaannya di Jakarta. 

Duta Besar Iran untuk Indonesia, HE Mr Mohammad Azad mengatakan, Republik Islam Iran dan Republik Indonesia memulai hubungan diplomatiknya sejak tahun 1950.

Indonesia juga, kata dia, merupakan salah satu negara sahabat bagi Republik Islam Iran. Berbagai bidang kerja sama dilakukan, salah satunya di bidang pertahanan. Terlebih, Iran dan Indonesia memiliki peran strategis dalam mejaga keamanan di barat dan timur Asia khususnya pada perairan kawasan masing-masing antara lain Selat Hormoz dan Selat Malaka. 

"Hubungan antar masyarakat punya sejarah yang panjang, (Indonesia dan Iran) terdapat interaksi yang luas bahkan sebelum datangnya Islam, kebudayaan Islami dan perdagangan," ujar Azad di atas Kapal Kharg, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (27/2).

Selain itu, kedekatan Indonesia dan Iran bercermin dari sejumlah kata yang sama digunakan, seperti halnya saudagar di mana kata tersebut juga merupakan dari bahasa Persia kuno yang artinya pedagang.

"Tetapi saudara ada dalam bahasa Indonesia jika saya gunakan pasti mengerti apa yang dimaksud. Dikarenakan ada persamaan kata Iran dan Indonesia," kata dia.

Bahasa tersebut juga timbul di Indonesia lantaran para saudagar dari Persia melewati lautan dengan nahkoda dan mendatangi Nusantara, mereka membawa komoditas yang telah diproduksi di Iran. Adapun kata lain yang sama adalah bandara.

"Ini membuktikan begitu banyak kata yang sama kedua negara, ini membuktikan dalamnya hubungan kedua negara, di Indonesia Bandara Soekarno Hatta, bandara dari kata Persia kita juga gunakan bandara ini adalah kata-kata yang sama kedua belah pihak yang masih digunakan hingga saat ini," ungkapnya.

Dikatakan, secara keseluruhan hubungan dipomatik Indonesia dan Iran sangat terjaga baik dari berbagai segi, khususnya sosial budaya hingga pertahanan. Kunjungan Kapal Kharg ini juga sekaligus menandai bahwa pertahanan kedua negara sangat baik, yang berharap Indonesia juga melakukan kunjungan balik.

"Kami sangat berharap mendapatkan kunjungan balasan yang dimiliki kapal-kapal yang dimiliki Indonesia yang bersandar di negara kami sebagai negara yang bersahabat," tandasnya.

Diketahui dalam perayaan hubungan diplomatik Iran-Indonesia ke-70 tahun ini, Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia mengundang awak media untuk mengenal lebih dalam kunjungan Kharg ini, acara dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan langsung digelar konferensi pers dan tanya jawab. 

Suasana akrab nampak kental dalam pertemuan tersebut, hadir para pejabat dari Iran yakni selain Azad, ada pun Captain Kapal Kharg yakni Captain Ehsan Nasir, Flag Officer Captain Farhad Fattahi, atase petahanan Iran (Athan Iran) Colonel Mohammad Behrouz, dan Panglima Taruna Captain Vosughi.

Komentar