Selasa, 21 Juli 2026 | 23:06
NEWS

Serangan Besar AS, Armada Laut Iran Hancur Lebur

Serangan Besar AS, Armada Laut Iran Hancur Lebur
Ilustrasi kapal perang (Dok Pixabay)

ASKARA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa sembilan kapal angkatan laut Iran telah dihancurkan dan ditenggelamkan dalam operasi tempur terbaru melawan Teheran.

Dalam pernyataannya di platform X, Trump menyebut sebagian kapal yang dihancurkan merupakan unit besar dan penting. Ia juga mengklaim markas besar angkatan laut Iran telah “sebagian besar dihancurkan” dalam serangan terpisah. “Kami akan mengejar sisanya — mereka akan segera berada di dasar laut,” tulisnya.

Komando Pusat Militer AS atau United States Central Command (CENTCOM) sebelumnya menyatakan bahwa sebuah korvet kelas Jamaran milik Iran telah dihantam pada awal operasi yang dinamakan Operation Epic Fury. Kapal tersebut dilaporkan tenggelam di Teluk Oman, dekat dermaga Chabahar.

Dalam pernyataan resminya, CENTCOM juga menyerukan personel militer Iran, termasuk anggota Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), untuk meletakkan senjata dan meninggalkan kapal.

CENTCOM mengonfirmasi tiga personel militer Amerika Serikat tewas dalam operasi tersebut, sementara lima lainnya mengalami luka serius.

Selain itu, pesawat pengebom siluman B-2 milik AS dilaporkan menyerang fasilitas rudal balistik Iran yang diperkuat dengan bom seberat 2.000 pon pada Sabtu malam.

Militer AS juga membantah klaim IRGC yang menyebut telah menghantam kapal induk USS Abraham Lincoln dengan rudal balistik. CENTCOM menyatakan kapal tersebut tidak terkena serangan dan rudal yang diluncurkan Iran “bahkan tidak mendekat”.

USS Abraham Lincoln disebut tetap meluncurkan operasi udara untuk mendukung kampanye militer AS di kawasan. Gugus tempur kapal induk itu merupakan satu dari dua yang dikerahkan di Timur Tengah, bersama gugus tempur USS Gerald R. Ford, dalam pengerahan kekuatan terbesar AS di kawasan dalam beberapa dekade terakhir.

Operasi gabungan AS dan sekutunya dimulai Sabtu pukul 01.15 dini hari dengan sasaran utama fasilitas komando dan kendali IRGC, sistem pertahanan udara, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta pangkalan udara militer Iran.

Kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, juga menjadi target serangan. Seorang pejabat senior Israel menyatakan kepada Reuters bahwa Khamenei tewas dalam serangan tersebut, dan Trump kemudian mengonfirmasi kematian itu melalui media sosialnya.

Sementara itu, Iranian Red Crescent Society melaporkan sedikitnya 201 orang tewas dan lebih dari 700 lainnya terluka di berbagai wilayah Iran akibat rangkaian serangan tersebut.

Konflik yang terus meningkat ini memicu kekhawatiran internasional akan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah dengan dampak geopolitik yang signifikan.

 

 

Komentar