Selasa, 09 Juni 2026 | 00:11
NEWS

Praktisi Pertanian dan Masyarakat Diminta Ikut Andil dalam Proses Ketahanan Pangan

Praktisi Pertanian dan Masyarakat Diminta Ikut Andil dalam Proses Ketahanan Pangan
Menteri Negara Pangan dan Holtikultura (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menghadiri diskusi Penguasaan dan Pengembangan Inovasi Teknologi untuk Ketahanan Pangan Nasional di IPB University. (Dok: IPB University)

ASKARA - Menteri Negara Pangan dan Holtikultura (Mentan), Syahrul Yasin Limpo meminta praktisi pendidikan pertanian hingga masyarakat ikut andil dalam berkaitan dengan ketahanan dan kedaulatan pangan.

Pernyataan itu disampaikan Syahrul saat diskusi publik bertajuk "Penguasaan dan Pengembangan Inovasi Tekhnologi untuk Ketahanan Pangan Nasional" di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, IPB University, Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/2).

Kepada para akademisi, Syahrul menegaskan, selain belajar konsep dan definisi, juga mumpuni praktik di lapangan. Seperti penyelesaian perkembangan teknologi yang mampu memajukan pertanian.

"Perkembangan yang baru harus diselesaikan, seperti apa teknologi yang digunakan untuk perubahan cuaca, tantangan hama, bencana alam. Dan saya lihat IPB dalam beberapa penelitiannya berhasil menjawab itu semua," ujarnya.

Khusus untuk bencana alam, seluruh mahasiswa terutama di IPB harus bisa mempelajari secara mendalam. Sehingga ketika mereka lulus sudah siap menjalankan tugasnya di masyarakat. 

"Mereka harus menjadi sarjana yang kuat, mampu menghadapi seluruh kendala," ucap Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu. 

Sementara, tantangan akademisi pertanian saat ini ialah mengenai pengaplikasian penginderaan jarak jauh, melalui satelit artificial inteligence. Kemudian pengaruh cuaca (argo klimance) juga harus terukur.

"Masalah kekurangan pupuk juga sudah bisa terbaca, tentu saja Dengan pendekatan itu menyesuaikan budi daya dan riset yang tepat," terangnya.

Rektor IPB University, Arif Satria menuturkan, kampusnya terus menciptakan sejumlah program, salah satunya One Vilage One CEO. Program itu mentransformasi teknologi pertanian untuk menguatkan ketahanan pangan.

"Kami mendampingi 53 desa di Jawa Barat, kita mencoba menggabungkan smart farming isu dan teknologi namun juga didorong lewat peran swasta, LSM, dan kalangan pendidikan pertanian sehingga terciptalah ketahanan pangan yang kuat," tandasnya.

 

Komentar