Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:37
NEWS

Corona Sebabkan Pariwisata RI Rugi Rp 7 Triliun Setiap Bulan

Corona Sebabkan Pariwisata RI Rugi Rp 7 Triliun Setiap Bulan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritimandan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.(Aprilia Rahapit/Askara)

ASKARA - Virus corona (COVID-19), telah mewabah di 28 negara di dunia dan berdampak buruk bagi perekonomian, mulai dari ekspor impor, hingga pariwisata. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, berdasarkan data Bank Indonesia (BI) di bidang pariwisata, kerugian akibat virus ini telah mencapai 500 juta USD perbulan, atau Rp 7 triliun dalam kurs Rp 14.000. 

"Data yang kami dapat dari Bank Indonesia, dalam bidang pariwisata itu kerugian itu kira-kira sampai 500 juta dolar," ujar Luhut di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (25/2).

Dikatakan Luhut, dampak dari virus ini Indonesia harus siap menerima risiko keterlambatan pembangunan berbagai proyek yang berhubungan dengan China, salah satunya adalah proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. 

Luhut sendiri belum memastikan keterlambatan itu akan terjadi berapa lama. Namun seperti diketahui Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menargetkan proyek tersebut rampung pada akhir 2021 mendatang.

"Nah, di samping hal yang bersamaan, suka tidak suka akan membuat keterlambatan terhadap proyek Jakarta-Bandung berapa lama kita belum tahu," ungkapnya.

Keterlambatan proyek ini, kata Luhut, tergantung berapa lama virus corona berhenti mewabah. Saat ini, pemerintah terus mengantisipasi virus ini untuk tidak menyebar ke Indonesia. 

"Pemerintah telah melakukan langkah antisipasi pencegahan ini sesuai dengan guidelines dan World Health Organization (WHO), kita terus monitor ini karena kelihatannya misalnya Italia sudah kena lagi, Korsel kena, Jepang kena, makanya kita betul sangat hati-hati melihat ini secara bersamaan dampak terhadap ekonomi kita juga cukup besar dan perlu kita antisipasi," tandasnya. 

 

Komentar