Anggota DPR Ini Minta Identitas WNI yang Sembuh dari Corona Dipublikasi
ASKARA - Satu orang Warga Negara Indonesia (WNI) di Singapura yang semula terjangkit virus corona atau covid-19 kini telah dinyatakan sembuh. Bahkan telah dipulangkan dari rumah sakit. WNI itu bekerja sebagai asisten rumah tangga.
Namun, nama maupun identitas dari WNI tersebut tidak disampaikan ke publik, lantaran adanya peraturan Personal Data Protection Act yang menjaga informasi pribadi setiap individu di Singapura.
Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay meminta, pemerintah untuk menyampaikan identitas WNI yang sembuh akibat terinveksi virus corona.
Permintaan itu bukan tanpa alasan, karena bisa meyakini masyarakat bahwa dengan penanganan yang benar seseorang yang terkena virus ini dapat disembuhkan.
"Kita mendesak pemerintah mengungkap itu. Juga supaya betul bahwa memang ini bisa sembuh," ujar Saleh Partaonan Daulay, usai diskusi bertajuk Wabah Virus Corona. Apa dan Bagaimana di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (20/2).
Informasi mengenai penanganan virus corona yang tidak diketahui publik dinilai bakal membuat mereka bersifat tidak peduli sehingga menjadi bahaya ke depannya.
Kendati demikian, pemerintah telah melakukan berbagai upaya preventif untuk mengantisipasi masuknya virus corona ke Indonesia. Namun harus tetap terus meningkatkan kewaspadaan.
"Jadi supaya kita ini jangan terlalu istilahnya itu takut banget, yang menyebabkan warga kita apatis. Kita terus tetap optimis bahwa kita sebagai bangsa punya ketahanan yang khusus terkait penanganan corona," terangnya.
Sejauh ini, KBRI Singapura terus memperbaharui informasi, yang terjadi mengenai kondisi kesehatan warga negara Indonesia itu. Namun
pihak keluarganya juga ingin mengetahui keadaannya.
"Kalau benar-benar sembuh kita ingin dipublikasi. Selama ini ditutupi kayaknya. Kita tidak tahu identitasnya orang mana. Kampungnya di mana keluarganya siapa kan belum ketahuan," imbuhnya.
Sebelumnya, kasus penularan virus corona terhadap WNI di Singapura terjadi pada 4 Februari lalu. WNI itu diketahui belum pernah melakukan perjalanan ke kota Wuhan di China, tetapi diduga tertular corona dari majikannya.

Komentar