Selasa, 09 Juni 2026 | 06:17
NEWS

Ketua MPR Dorong Milenial Bikin Terobosan Ekonomi Kreatif

Ketua MPR Dorong Milenial Bikin Terobosan Ekonomi Kreatif
Ketua MPR Bambang Soesatyo saat mengunjungi pabrik MATOA di Bandung (MPR RI)

ASKARA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong kaum milenial dapat kreatif membuat berbagai terobosan dalam memproduksi barang dan jasa. 

Seperti yang ditunjukkan sekelompok anak muda jebolan Universitas Telkom Bandung di Kompleks Setrasari, Bandung yang memproduksi jam tangan kayu MATOA. Tak hanya mampu mencuri pasar dalam negeri, MATOA juga sudah menembus pasar internasional.

"Bentuknya bagus, nyaman dipakai, dan yang terpenting punya diferensiasi dan kekhasan. Banyak yang produksi jam tangan, ada yang dengam emas, berlian, bahkan permata tetapi MATOA memproduksi dengan kayu anti air. Lain dari yang lain," jelasnya saat mengunjungi pabrik MATOA, Minggu (16/2).

Bambang yang juga wakil ketua umum Kadin Indonesia menilai, home industry jam MATOA yang dirintis Dimaz Raditya Soesatyo empat tahun lalu bersama tiga kawannya kini telah memperkerjakan karyawan mencapai 200 orang yang seluruhnya adalah anak muda.

Dia mengaku bangga karena jam tangan kayu buatan Bandung kini tengah tren di kalangan milenial. Tidak hanya di Indonesia tetapi juga di mancanegara melalui penjualan online.

Home industry itu mampu memproduksi 100 produk per hari. Outlet-nya sudah ada di beberapa mal besar seperti Urban Garage di Mal Kuningan City, Jakarta.

"Bandung dengan sejuta kreativitasnya tidak pernah mati melahirkan berbagai terobosan. Begitu juga daerah lainnya, yang pasti juga punya banyak keunggulan. Jika anak-anak muda mulai sadar ekonomi, masa depan Indonesia bisa cerah," papar Bambang.

Dia berpesan kepada para milenial yang baru atau sedang bergelut di dunia usaha jangan pernah takut gagal. 

"Jika gagal, bangkit lagi, gagal lagi, bangkit lagi. Manfaatkan waktu di usia muda untuk belajar dari berbagai kegagalan," kata Bambang.

Dia menambahkan bahwa tidak ada keberhasilan yang instan. Di mana semua butuh proses. 

"Kegagalan adalah hal biasa, pun keberhasilan juga hal yang biasa. Yang luar biasa adalah mereka yang berani memulai, berani mencoba hal baru, dan berani untuk tak berpuas diri," jelas Bambang. 

"Seperti yang ditunjukkan MATOA dengan jam tangan kayu. MATOA kini menjadi simbol bahwa memproduksi dan menjual apa pun, jika diiringi dengan ketekunan dan kreativitas, akan mendatangkan berkah. Usaha tidak akan mengkhianati hasil," pungkas politisi Partai Golkar itu. (jpnn/why) 

Komentar