Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:33
COMMUNITY

Harapan Kepedulian Pemerintah dan Masyarakat untuk Kesejahteraan Hewan

Harapan Kepedulian Pemerintah dan Masyarakat untuk Kesejahteraan Hewan
Feed Not Bomb tengah melakukan tebar pakan (dokumen pribadi Feed Not Bomb)

ASKARA - Terus meningkatnya kesejahteraan hewan menjadi harapan besar gerakan Feed Not Bomb kepada pemerintah. Hal itu juga menjadi alasan khusus mengapa gerakan ini diciptakan. 

Citra Referandum yang merupakan bagian dari Feed Not Bomb ini menjelaskan, kesejahteraan hewan ditekankan dalam UU Peternakan dan Kesejahtaeraan Hewan. Pemerintah dan juga masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kesejahteraan hewan. 

"Masih kurang memperhatikan soal perlindungan dan kesejahteraan hewan di Indonesia, baik hewan domestik maupun liar. Dengan ini kami berharap pemerintah dan masyarakat itu sama-sama peduli sama kondisi hewan Indonesia," ungkapnya saat berbincang dengan Askara, Senin (17/2). 

Dikatakannya, meskipun terdapat hewan terlantar seperti kucing dan anjing yang dirawat, pemerintah juga harus tetap mengawasi. Hal ini guna menghindari banyaknya kasus kekerasan kepada hewan. 

"Kalaupun ada anjing dan kucing yang dirawat oleh masyarakat, dengan ini pemerintah juga terutama penegak hukum juga harus memikirkan soal penegakan kekerasan terhadap hewan. Karena banyak kasus ini terjadi, aparat hukum tidak boleh diam dan menolak laporan masyarakat," ujarnya.

Sering kali, sejumlah orang melaporkan kekerasan terhadap hewan dianggap tidak serius hingga diabaikan. Laporan pun seringkali ditolak.

"Nah, itu nggak boleh, harusnya aparat penegak hukum dan pemerintah memperhatikan itu. Bahkan harus menegakkan perlindungan terhadap hewan," tuturnya.

Sementara itu, untuk hewan-hewan liar (wild life) yang hidup di air maupun di hutan, juga tidak boleh lepas dari pengawasan pemerintah. Menurut Citra, mereka harus dilindungi. 

"Misalnya seringkali hewan ini kondisinya menjadi terancam punah, itukan kebanyakan karena masyarakat lingkungan hidup dan pencemaran yang terjadi, nah ini pemerintah juga harus memperhatikan ini," tegasnya. 

Pemerintah tidak bisa abai. Dengan kata lain, mengedukasi masyarakat juga menjadi salah satu strategi peningkatan kesejahteraan hewan, terlebih banyak masyarakat memelihara hewan liar yang seharusnya tidak diperkenankan, termasuk meminimalisir tindakan oknum yang menganggu ekosistem. 

"Itu harus diperhatikan betul, jadi ya pemerintah harus serius untuk meneggakkan tindak pidana, baik dari segi pencemaran lingkungan, dan juga pemerintah juga tidak semena-mena memberikan izin kepada korporasi untuk membuka lahan hutan, atau menghancurkan ruang hidup," ungkapnya.

Saat ini juga ekosistem hewan di laut terganggu dengan pencemaran, salah satunya dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

"Belakangan ada beberapa organisasi lingkungan yang saya pelajari itu menyuarakan adanya matinya 28 ekor penyu di Bengkulu, di PLTU Teluk Sepang, nah ini kan juga jadi persoalan," sesalnya. 

Sedangkan beberapa spesies dari penyu telah digolongkan sebagai spesies yang terancam punah. Hal ini seharusnya menjadi kasus yang tidak dianggap remeh.

"Krisis terancam punah, nah itukan persoalan besar, salah satu contohnya kan gitu, untuk wild life tetap ada organisasi khusus tapi aku tetap mengharapkan suara yang sama dengan teman-teman," tutur Citra lagi.

Untuk diketahui, gerakan Feed Not Bomb telah diikuti oleh seribuan orang, yang masing-masing terbagi di 20 titik wilayah seperti Bandung, Bogor, Cirebon, Jogja, Jambi, Makassar, Semarang, Pontianak dan lainnya. Untuk mengetahui lebih lanjut gerakan ini, bisa langsung mengunjungi akun instagramnya di @FeedNotBomb

"Jadi nilainya kesejahteraan hewan, karena Feed Not Bomb tumbuh di wilayah perkotaan di Jakarta, Semarang, Jambi, bahkan sampai Gowa, Makassar, ya teman-teman akhirnya aksi ini untuk mempengaruhi orang lain yang kita temui di jalanan supaya juga turut bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan hewan,” ujarnya.

Gerakan tebar pakan juga terus dilakukan seluruh pengikutnya setiap hari, ada pun dua kegiatan besar telah dilakukan gerakan ini, salah satunya pada tanggal 9 Februari lalu. Mereka melakukan tebar pakan serentak di seluruh Feed Not Bomb di 16 titik wilayah se-Indonesia yang diikuti sebanyak sekitar 100 orang. Tebar pakan ini juga dilakukan di lokasi-lokasi yang mayoritas terdapat hewan-hewan terlantar seperti di perumahan, pasar, taman dan lainnya. 


 

Komentar