Dilepas Warga Natuna, Para WNI Dapat Uang Saku Rp 1 Juta
ASKARA - Ratusan warga Kota Tua Penagi dan Pering Kabupaten Natuna Kepulauan Riau antusias melepas warga negara Indonesia dari Wuhan yang diobservasi selama 14 hari di daerah setempat.
"Awalnya kami rencanakan yang hadir di sini sebanyak 70 orang tapi ternyata yang mau ikut banyak sampai 150 orang," kata Ketua RT 01 Kota Tua Penagi Suprianto, Sabtu (15/2).
Warga berkumpul di sekitar Hanggar Lanud Raden Sadjad, tempat 238 WNI dari Wuhan, Tiongkok diobservasi.
Kota Tua Penagi merupakan perkampungan terdekat dengan lokasi hanggar. Awalnya, warga sempat menolak kehadiran WNI dari Wuhan untuk diobservasi di wilayah itu.
Kini, setelah 14 hari masa observasi, masyarakat Penagi ikut gembira karena seluruh WNI dalam kondisi sehat.
"Hari ini hari terakhir mereka. Kami memberikan ucapan selamat jalan, selamat berkumpul dengan keluarga," kata Suprianto.
Dia tidak menampik bahwa warganya sempat ketakutan dan panik, sampai 29 kepala keluarga memutuskan mengungsi ke daerah lain.
Namun begitu, Suprianto meminta WNI dari Wuhan dan masyarakat Indonesia memaklumi kekhawatiran warga saat itu.
"Yang lalu kami berdemo jangan dibilang tidak NKRI, tidak ada rasa manusiawi. Itu karena informasi kurang, itulah yang kami rasakan," jelasnya.
Di tempat yang sama, warga Pering bernama Heti juga bergembira melepas WNI dari Wuhan.
"Alhamdulillah mereka tidak sakit. Bisa pulang berarti dalam kondisi sehat," kata Heti yang lokasi rumahnya sekitar 2 kilometer dari Lanud Raden Sadjad.
Dapat uang saku
Mulai hari ini, 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan akan dipulangkan kepada keluarga masing-masing setelah menjalani observasi kesehatan akibat wabah virus vorona.
Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi memastikan seluruh WNI itu dalam kondisi sehat.
"Semua sehat, bahkan lebih bugar dibanding kita. Mereka kerasan," ujarnya di Natuna.
Ke-238 WNI beserta 42 anggota tim evakuasi dan lima staf KBRI Beijing yang sebelumnya menjalani observasi di Natuna akan diterbangkan ke Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mengatakan, pihaknya memberi bekal kepada para WNI dengan uang transpor Rp 1 juta per orang.
"Untuk akomodasi, transportasi sampai nanti di Halim. Pemerintah masih akan urus sampai mereka kembali ke daerah masing-masing," kata Doni yang mendampingi Muhadjir.
BNPB juga telah menyiapkan tiket untuk para WNI yang diobservasi.
"Pemda menyiapkan juga. Diharapkan semuanya memenuhi," tambah Doni. (jpnn/why)

Komentar