Selasa, 09 Juni 2026 | 09:01
NEWS

Ketika Uang Rp 20 Ribu Menyelamatkan Hidup Mahasiswa

Ketika Uang Rp 20 Ribu Menyelamatkan Hidup Mahasiswa
Ilustrasi uang pecahan Rp 20 ribu di mesin ATM (Dokumentasi Bank DKI)

ASKARA - Tidak sedikit masyarakat Indonesia khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa sangat membutuhkan uang pecahan Rp 20 ribu dari mesin Automatic Teller Machine (ATM). Terlebih jika sedang tipis kantong dan sisa saldo dalam rekening di bawah RP 50 ribu.  

Dhyna Safyr (30) merupakan nasabah dari salah satu bank yang memiliki pecahan uang Rp 20 ribu di mesin ATM. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pecahan Rp 20 ribu. Saat masa kuliah di salah satu kampus di Depok, Dhyna sudah menjadi nasabah bank tersebut. Hal berkesan pun ia ceritakan ketika Rp 20 ribu menyelamatkan hidupnya di saat-saat kritis.

"Waktu itu saya lagi bokek banget dan saya harus masuk kuliah karena lagi ujian. Jarak dari rumah ke kampus lumayan jauh, untuk ongkos saat itu masih cukup pulang pergi, yang jadi masalah buat makan enggak ada, saat ujian perut saya keroncongan, saya malu," ujarnya saat berbincang dengan Askara, Selasa (11/2).

Dhyna mengaku sangat sedih kala itu lantaran takut seisi ruang kelas mendengar suara perutnya yang keroncongan. Saat jadwal istirahat, Dhyna pun seketika ingat jika di dalam rekeningnya tersisa Rp 35 ribu dan beranjak mencari ATM di sekitaran kampus.

"Duh, saat itu saya bersyukur banget untuk inget ngecek ATM saya, saat itu masih ada Rp 35 ribuan. Finally saya akhirnya ambil Rp 20 ribu dan ya cukup banget buat makan pecel ayam. Ya menurut saya sih pecahan Rp 20 ribu semoga bisa ada di semua bank," katanya.

Saat ini bank yang menyediakan pecahan Rp 20 ribu terus bertambah. Selain BNI, ada juga Bank DKI yang baru saja meluncurkan pecahan Rp 20 ribu untuk mesin ATM. 

Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini mengatakan, layanan penarikan uang tunai ATM pecahan Rp 20 ribu disediakan pihaknya untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat termasuk untuk usia pelajar.

"Seperti penerima Kartu Jakarta Pintar maupun Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul. Oleh karena itu, sejumlah ATM dengan pecahan tersebut kita tempatkan di beberapa lokasi segmented seperti di Universitas Pamulang," jelasnya.

Per Februari 2020, Bank DKI juga telah memiliki 1.085 unit mesin ATM yang tersebar di Kantor Layanan Bank DKI, Kantor Pemprov DKI, Kantor BUMD, instansi swasta dan rumah sakit, fasilitas umum, pusat perbelanjaan, dan mobil kas keliling.

Pengamat ekonomi yang juga pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Farouk Abdulillah Alwyni menilai, pecahan uang Rp 20 ribu masih menjadi kebutuhan masyarakat. Dengan ini, masyarakat akan terbantu lebih banyak jika seluruh bank menyediakan pecahan dengan nominal tersebut.

"Saya pikir tidak ada salahnya bank menyediakan pecahan Rp 20 ribuan dalam mesin ATM-nya. Karena memang tidak bisa dihindari terkadang kebutuhan dengan pecahan Rp 20 ribuan masih besar, bahkan terkadang Rp 10 ribuan dan Rp 5 ribuan. Jadi dalam rangka mendiversifikasi mata uang yang ada di ATM, pecahan Rp 20 ribuan bisa jadi opsi," paparnya saat dihubungi.

Meskipun manfaat khusus untuk perekonomian tidak terlalu terasa, namun menurut Farouk, keberadaan pecahan Rp 20 ribu di mesin ATM lebih memudahkan masyarakat dalam bertransaksi skala kecil. Nilai pecahan itu juga bisa membantu nasabah dalam bersedekah

"Di mana jika menggunakan uang pecahan Rp 50 ribuan suka tidak ada kembaliannya. Juga bagi yang suka bersedekah uang pecahan Rp 20 ribu dapat membantu jika misalnya memberikan seseorang ataupun tromol masjid dengan pecahan Rp 50 ribuan masih suka terasa berat," jelas Farouk.

"Pecahan Rp 20 ribuan mungkin bisa lebih ringan. Di sini tanpa disadari ada dampak trickle down effect juga dari masyarakat menengah ke atas ke masyarakat menengah ke bawah, juga ke tempat-tempat ibadah," imbuhnya. 

Komentar