Kamis, 04 Juni 2026 | 04:51
NEWS

Australia: Indonesia Hadir di Saat yang Tepat

Australia: Indonesia Hadir di Saat yang Tepat
Personel bantuan kemanusiaan Indonesia membantu menangangi karhutla di wilayah Blue Mountain, New South Wales.

ASKARA - Bantuan Indonesia dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Australia mendapat apresiasi pemerintah setempat. 

Dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan, tim Indonesia diterjunkan ke wilayah Blue Mountain, New South Wales. 

Apresiasi tersebut diterima Presiden Joko Widodo saat menghadiri jamuan santap siang sebagai rangkaian upacara penyambutan kenegaraan oleh Gubernur Jenderal Australia David Hurley di Government House, Canberra, Australia pada Minggu (9/2).

"Kita sangat berterima kasih untuk bantuan Indonesia dalam menghadapi kebakaran hutan di Australia. Dengan pengiriman 30 lebih insinyur angkatan bersenjata untuk Operation Bushfire Assist (Operasi Penanganan Kebakaran Hutan)," kata Hurley. 

Menurut Hurley, Indonesia hadir di saat yang tepat untuk membantu Australia dalam menangani karhutla. Bentuk sumbangsih Indonesia merupakan lambang persahabatan sejati dan perlu diapresiasi.

"Pada saat kita memerlukan negara anda membantu negara kami. Itulah tanda bagi sebuah persahabatan yang sejati," katanya. 

Presiden Jokowi menuturkan bahwa kunjungannya ke Canberra merupakan yang pertama kali. Sekaligus bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Australia.

Kunjungan kali ini dilakukan di tengah situasi dunia dipenuhi beragam tantangan yang berasal dari bencana alam maupun non alam.

"Kunjungan ini saya lakukan pada saat situasi dunia sedang tidak menentu dan dipenuhi berbagai macam tantangan, termasuk merebaknya virus Corona akhir-akhir ini," jelasnya.

Terlebih, Australia sedang menghadapi tantangan kebakaran hutan yang cukup massif. Bagi Jokowi kehadirannya tersebut menjadi penting, sebab sebagai sahabat Indonesia harus ada untuk saling membantu. 

"Justru di saat seperti inilah pentingnya seorang teman untuk bertandang. Saling menguatkan di waktu sulit dan saling menguatkan untuk berkontribusi pada dunia," ujarnya. 

Sebelumnya, pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan TNI mengirimkan personel terkait operasi pemadaman dan pemulihan karhutla di Australia.

Sebanyak 38 personel bantuan kemanusiaan Indonesia diterjunkan ke wilayah Blue Mountain melalui Royal Australian Air Force (RAAF) Base Richmond di New South Wales pada 2 Februari.

Bantuan kemanusiaan tersebut terdiri dari 26 personel Satuan Setingkat Peleton Zeni TNI AD, enam personel Marinir, empat personel Fasilitas Konstruksi TNI AD, dan dua personel Pusat Kesehatan TNI. 

Komentar