Mengeluh Sakit, 4 WNI yang Diobservasi Negatif Virus Corona
ASKARA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang diobservasi di Natuna dilakukan secara ketat.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian kesehatan (Kemenkes) Anung Sugihantono mengatakan, saat ini yang diobservasi berjumlah 285 WNI yang terdiri dari 238 WNI yang dievakuasi, lima orang tim aju Kementerian Luar Negeri (Kemlu), 18 orang pegawai Batik Air, dan 24 orang tim penjemput.
"Sejauh ini tidak ada peningkatan suhu tubuh yang terdeteksi dan keluhan yang berkaitan dengan batuk pilek atau sesak nafas yang ada hubungannya dengan (2019-nCov)," ungkap Anung, melalui video sambungan teleconference dari Natuna, yang digelar melalui konferensi pers di kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (5/2).
Sementara itu, tujuh orang dari tim psikolog juga dikerahkan, mereka diketahui akan memberikan dukungan kepada seluruh WNI yang diobservasi hingga observasi kesehatan ini selesai.
Pengawasan juga dilakukan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL), mereka melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian lingkungan termasuk juga pengawasan pemeriksaan makanan yang akan disajikan dan melakukan desinfeksi pada meja dan alat makan selama tiga kali sehar setelah digunakan.
Meskipun semua WNI dalam kondisi negatif dari virus corona namun ada empat orang yang mendatangi lokasi observasi. Disebutkan, mereka yang datang mengeluhkan kesehatannya.
"Di antara empat orang ini mengeluh atau didiagnosa atau alergika gatal-gatal, yang kedua pening atau cephagia, kemudian ada satu yang merasa cemas dan satu yang ada gangguan pencernaan," jelas Anung.
Beruntung, empat orang tersebut tidak terdeteksi terinfeksi virus corona.
"Alhamdulillah semua sudah ditangani oleh tim kesehatan kita yang ada di sana," tandasnya.

Komentar