Sejauh Ini Tidak Ada WNI yang Diobservasi Menunjukkan Gejala Corona
ASKARA - Pemerintah Indonesia melalui seluruh jajaran kementerian terkait serta pemerintah daerah terus melakukan pengawasan perkembangan virus corona (2019-nCov) dari negara asalnya Tiongkok.
Seperti diketahui, saat ini sudah 23 negara terdampak dan satu warga negara Indonesia positif terjangkit corona di Singapura.
''Pengawasan dengan bekerja sama dengan dinas kesehatan kabupaten kota/provinsi serta seluruh pasien baik milik pemerintah maupun swasta,'' kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian kesehatan Anung Sugihantono melalui telekonferensi dari Natuna di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (5/2).
Dia menuturkan, terdapat 42 spesimen yang telah diterima oleh Badan Penelitian dan Pengembangan untuk dilakukan pemeriksaan. Spesimen berasal dari 27 rumah sakit di 15 provinsi yang hasilnya 40 dinyatakan negatif dan dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan.
Sementara di Natuna, 285 WNI yang tengah menjalani observasi pasca dipulangkan dari Wuhan pada Jumat lalu (1/2) tidak ada satu pun yang menunjukkan gejala terjangkit corona.
''Pengamatan langsung yang kami lakukan melalui berbagai media yang bisa kami akses seluruh warga kita yang ada di dalam melakukan aktifitas dengan riang gembira,'' jelas Anung.
Selain itu, nafsu makan para WNI yang diobservasi juga cukup lahap.
''Saya juga minta dicek apakah makanan yang disediakan dinikmati, ternyata semuanya menunjukkan piringnya sudah kosong di akhir makan. Artinya kita bisa melihat bahwa WNI kita yang dievakuasi dalam keadaan sehat, dan masih punya nafsu makan yang baik menikmati menu yang disediakan,'' papar Anung.
Pengawasan juga dilakukannya secara detil mulai dari lingkungan, sampah atau desinfeksi pada tenda, kualitas air termasuk pemberian kaporit pada kolam penampungan dan tangki.

Komentar