Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:39
NEWS

Tanam Rumput Vetiver di Desa Sukajaya, Jokowi: Jangan Dicabut Ya...

Tanam Rumput Vetiver di Desa Sukajaya, Jokowi: Jangan Dicabut Ya...
Presiden Jokowi menanam rumput vetiver sebagai upaya mencegah terjadi longsor di Desa Pasirmadang, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Istimewa)

ASKARA - Untuk mencegah kembali terjadi longsor, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan penanaman rumput vetiver bersama warga di lokasi lereng longsoran Desa Pasirmadang, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2).

Rumput vetiver atau biasa dikenal akar wangi merupakan sejenis rumput-rumputan yang berukuran besar. Mudah hidup di cuaca ekstrem, suhu dingin maupun panas dan dapat mencegah erosi pada tanah.

"Dengan mengucap bissmillahirrohmanirrohim, mari memulai lakukan penanaman vetiver," ucap Jokowi mengawali penanaman di lokasi, Senin (3/2).

Penanamam ini sekaligus untuk mengurangi erosi dan tanah longsor. Hal itu penting mengingat wilayah Sukajaya terdampak longsor paling parah yang terjadi pada awal Januari 2020.

Jokowi meminta warga tidak mencabut vetiver agar kegunaannya bisa dirasakan dalam jangka panjang, terutama dalam mencegah terjadinya longsor dan kerusakan lingkungan.

"Jangan dicabut ya. Karena banyak memberikan manfaat, khususnya untuk mencegah longsor," pesan Jokowi. 

Selain vetiver, beberapa jenis tanaman berakar kuat dan memiliki nilai produktif juga ditanam sebagai bagian dari Vetiver System. Jenis ini meliputi flamboyan, durian, belimbing, alpukat, manii, soren, kayu putih, bukaliptus, puspa, kisireum dan sebagainya.

Vetiver system merupakan metode penguatan struktur tanah secara alami menggunakan rumput vetiver dan beberapa jenis tanaman kuat lainnya. 

Sistem penanamannya sendiri dilakukan selang-seling antara vetiver dan jenis tanaman lain dengan jarak kurang lebih satu meter.

Penanaman tersebut juga dilakukan bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. 

Kemudian, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuldjono, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dan Bupati Kabupaten Bogor, Ade Yasin.

Komentar