ASKARA - Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., memetakan 7 permasalahan krusial yang kini melilit manusia modern, mulai dari krisis kesehatan mental seperti cemas, stres dan bunuh diri, dekadensi moral, pengangguran, kemiskinan akut, kesenjangan kaya-miskin, kerusakan lingkungan, perang geopolitik, hingga krisis pemimpin dzalim.
Di acara Ngaji Bareng Online (NBO) #1759, yang diselenggarakan Human Studies Institute (HSI), Ahad, 18 Oktober 2026, Anggota Komisi IV DPR RI ini menegaskan, semua krisis tersebut sudah memiliki solusi tuntas langsung dari Al-Qur'an dan Hadist.
Dengan tema besar: "Islam Satu-Satunya Solusi Permasalahan Kehidupan Manusia", ia memetakan 7 permasalahan krusial manusia, mulai dari level individual hingga global, dan memberikan solusi langsung dari Al-Qur'an dan Hadist.
Untuk masalah individual, Prof. Rokhmin menyoroti maraknya cemas, gelisah, stres, frustasi hingga bunuh diri. Solusinya ada di Q.S. Ar-Ra'd ayat 26 dan 28, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
Kedua, dekadensi moral seperti narkoba, free sex, korupsi, dan intoleransi. Solusinya adalah IMTAQ yang membawa hidup sukses dan bahagia dunia-akhirat, sebagaimana janji surga dalam Q.S. Ali 'Imran ayat 133 dan ancaman neraka ayat 131.
Sementara untuk permasalahan Indonesia dan dunia, Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu mengungkap data yang mengejutkan:
1. Pengangguran dan Kemiskinan: Solusinya adalah kerja keras dan tawakal (Q.S. Al-Insyirah 7-8, Q.S. Al-Jumu'ah 10) serta optimalisasi ZIS.
Fakta di lapangan sangat timpang. Versi BPS tahun 2025 garis kemiskinan Rp 650.000/orang/bulan dengan jumlah miskin 25,20 juta orang (8,47%). Namun versi Bank Dunia tahun 2025 dengan standar US$ 6,85/hari atau Rp 3.458.360/bulan, jumlah penduduk miskin Indonesia tembus 172 juta orang atau 60,3% dari total penduduk.
Bahkan data terbaru menyebut 64,2% penduduk Indonesia di bawah standar kemiskinan Bank Dunia, menempatkan Indonesia di peringkat 4 terburuk setelah Timor Leste dan India.
2. Kesenjangan Kaya vs Miskin: Disebabkan mental menumpuk harta (Q.S. Al-Humazah 2-3 dan At-Takasur 1-2). Solusinya perbanyak infaq, seperti Hadist Bukhari.
3. Kerusakan Lingkungan dan Pemanasan Global: Telah nyata karena ulah tangan manusia (Q.S. Ar-Rum 41). Islam melarang berbuat kerusakan (Q.S. Al-Qasas 77).
4. Kondisi Geopolitik dan Perang: Islam mengajarkan perang yang beretika, jangan melampaui batas (Q.S. Al-Baqarah 190).
5. Pemimpin Tidak Kompeten dan Dzalim: Solusinya ada di Q.S. Al-Ma'idah 51 dan Al-A'raf 96, bahwa keberkahan negeri hanya datang jika pemimpin beriman dan bertakwa.
Yang paling miris adalah data upah. Rata-rata upah buruh nasional Agustus 2025 hanya Rp 3,09 juta. Sektor pangan yang menjadi penopang hidup, yaitu Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, menempati urutan gaji terendah kedua nasional dengan Rp 2.540.158, hanya di atas Jasa Lainnya.
"Ini paradoks. Petani dan nelayan yang memberi makan bangsa, upahnya paling rendah," tegas Prof. Rokhmin.
Dari sisi pembangunan global, berdasarkan GNI per kapita 2026 versi Bank Dunia, Indonesia dengan US$ 5.120 masih tertahan di kelompok negara Menengah Atas, jauh tertinggal dari Singapura (US$ 81.760), Malaysia (US$ 12.380), bahkan Tiongkok (US$ 14.230).
Menurut Prof. Rokhmin, semua krisis ini bermuara pada satu hal: jauhnya manusia dari nilai Islam. Karena itu, kembali kepada Al-Qur'an bukan pilihan, melainkan satu-satunya solusi untuk mewujudkan hidup yang adil, sejahtera, dan berkelanjutan.