Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:57
NEWS

Ngaji Bareng Online: Prof. Rokhmin Dahuri Paparkan 5 Solusi Islam Atasi Krisis Global dan Moral

Ngaji Bareng Online: Prof. Rokhmin Dahuri Paparkan 5 Solusi Islam Atasi Krisis Global dan Moral
Prof. Rokhmin Dahuri (foto.rd media)

ASKARA - Ketika dunia dikepung krisis berlapis - ekonomi yang tidak pasti, angka kemiskinan yang bertahan, kerusakan lingkungan yang makin nyata, hingga kecemasan dan dekadensi moral yang melanda generasi modern - ke mana manusia harus mencari jawaban?

Jawaban tegas itu disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., dalam forum kajian daring Ngaji Bareng Online (NBO) #1759 yang digelar Ahad (18/10). Di hadapan ratusan peserta Zoom dari berbagai kalangan, Guru Besar FPIK IPB University ini memaparkan tema yang tidak main-main: "Islam Satu-Satunya Solusi Permasalahan Kehidupan Manusia".

Menurutnya, Islam tidak hadir hanya sebagai ritual ibadah, tetapi sebagai sistem hidup yang komprehensif, yang menawarkan solusi dari level paling personal hingga persoalan geopolitik dunia.

"Kita harus membedah masalah ini dalam dua tingkatan, masalah individu dan masalah nasional serta dunia. Dan untuk keduanya, Islam punya panduan yang sangat fundamental," buka Prof. Rokhmin.

Pertama, Krisis di Dalam Diri: Cemas, Stres, Hingga Depresi

Prof. Rokhmin menyoroti fenomena yang kini menjadi epidemi modern: tingkat kecemasan, stres kronis, hingga depresi yang berujung pada tindakan nekat. Di tengah gempuran media sosial dan tekanan hidup, banyak manusia kehilangan jangkar ketenangan.

Solusinya, kata dia, bukan sekadar liburan atau motivasi sesaat, melainkan kembali pada penguatan spiritualitas.

Ia mengutip firman Allah dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28:

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

"Ketenangan hakiki itu tidak bisa dibeli. Hati yang gelisah hanya bisa tenang dengan zikir, dengan kembali mengingat Allah SWT," tegasnya.

Tak kalah serius adalah krisis dekadensi moral: penyalahgunaan narkoba yang merusak generasi, korupsi yang menjadi budaya, kecurangan dalam transaksi, hingga intoleransi yang memecah persatuan.

Untuk ini, Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 tersebut menegaskan satu kunci: Penguatan IMTAQ (Iman dan Takwa) sebagai fondasi karakter unggul.

Ia kemudian menyitir janji Allah dalam Surah At-Thalaq ayat 2-5, bahwa bagi siapa yang bertakwa, Allah akan berikan jalan keluar dari setiap kesulitan dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. "Ini bukan janji manusia, ini janji Allah. Takwa adalah kunci sukses dunia dan akhirat," ujarnya.

Kedua, 5 Krisis Besar Dunia dan Jawaban Islam

Naik ke tataran makro, Prof. Rokhmin memetakan lima isu strategis global yang hari ini membuat dunia terpuruk, dan bagaimana Islam memberikan resepnya:

1. Pengangguran dan Kemiskinan

Islam tidak mengajarkan bermalas-malasan. Prof. Rokhmin mendorong ethos kerja keras sebagaimana perintah dalam Surah Al-Insyirah dan Al-Jumu'ah untuk bertebaran di muka bumi mencari karunia Allah. Di sisi lain, Islam memiliki instrumen sosial yang sangat kuat: Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) sebagai mekanisme redistribusi kekayaan yang adil.

2. Kesenjangan Sosial dan Gaya Hidup Konsumtif

Kesenjangan lahir dari dua penyakit: sifat kikir yang takut miskin, dan gaya hidup bermewah-mewahan yang melalaikan. Solusinya adalah membudayakan tradisi berinfak dan menjauhi tabdzir. Islam mengajarkan keseimbangan, tidak kikir tapi juga tidak boros.

3. Kerusakan Lingkungan

Ini yang menjadi perhatian khusus Prof. Rokhmin sebagai pakar kelautan. Ia mengingatkan keras peringatan Allah dalam Surah Ar-Rum ayat 41: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia." Dan perintah di Surah Al-Qasas ayat 77 untuk tidak berbuat kerusakan di bumi. "Mengelola bumi harus berkelanjutan. Menebang hutan seenaknya, merusak gambut, mencemari laut, itu dilarang keras dalam Islam," tegasnya.

4. Geopolitik dan Perang

Di tengah perang yang berkecamuk di berbagai belahan dunia, Islam hadir dengan prinsip keadilan, hak untuk membela diri, namun dengan larangan keras untuk melampaui batas. Perang dalam Islam bukan untuk menjajah, tapi untuk menegakkan keadilan dan perdamaian.

5. Krisis Kepemimpinan

Ini adalah hulu dari semua masalah. Prof. Rokhmin menegaskan, tanpa pemimpin yang kompeten, beriman, dan bertakwa, keberkahan tidak akan turun. Ia mengutip janji Allah bahwa jika penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, niscaya akan dibukakan keberkahan dari langit dan bumi.

Implementasi Holistik, Bukan Parsial

Kajian NBO #1759 yang berlangsung interaktif itu ditutup dengan ajakan yang kuat. Prof. Rokhmin mengajak seluruh peserta untuk tidak mempraktikkan Islam secara parsial atau musiman.

"Islam itu harus diimplementasikan secara holistik, secara kaffah. Dari cara kita menenangkan hati, bekerja, berdagang, memimpin, sampai cara kita menjaga hutan dan laut. Jika itu kita lakukan, insya Allah kehidupan yang harmonis, sejahtera, dan penuh keberkahan akan terwujud," pungkasnya.

Acara yang rutin digelar komunitas Ngaji Bareng Online ini kembali membuktikan bahwa kajian Islam daring mampu menjadi oase di tengah dahaga spiritual masyarakat modern.

Editor: Husnie

Berita Terkait