Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:42
COMMUNITY

Duka Keluarga Djoko Purwanto, Doa Mengiringi Kepulangan Hiranymus Kasman

Duka Keluarga Djoko Purwanto, Doa Mengiringi Kepulangan Hiranymus Kasman
Pengurus Dewan Karya Pastoral Keuskupan TNI-Polri di Rumah Duka RSPAD Jakarta (Dok OCI)

ASKARA - Dalam iman dan pengharapan akan kehidupan kekal, keluarga besar Mayjen TNI (Purn) I. E. Djoko Purwanto mengiringi kepergian sang ayahanda, Hiranymus Kasman, yang berpulang ke rumah Bapa pada usia 88 tahun.

Almarhum mengembuskan napas terakhir pada Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 14.55 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Namun, bagi keluarga Katolik, kematian bukanlah akhir dari perjalanan manusia. Dalam iman kepada Kristus, kematian dipandang sebagai jalan menuju kehidupan kekal bersama Allah.

Jenazah almarhum disemayamkan di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto, Ruangan B. Keluarga, kerabat, dan sahabat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus mengiringi perjalanan almarhum dengan doa.

Rangkaian ibadah pun digelar sebagai ungkapan kasih keluarga sekaligus penyerahan diri kepada penyelenggaraan Tuhan.

Misa Pemberkatan Jenazah telah dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB. Selanjutnya, Misa Requiem dilaksanakan Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 19.30 WIB.

Puncak penghormatan terakhir akan dilaksanakan melalui Misa Pelepasan dan Tutup Peti pada Sabtu, 24 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB. Setelah itu, jenazah almarhum dijadwalkan dimakamkan pada pukul 11.30 WIB di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Bagi keluarga, doa menjadi cara untuk terus menghadirkan kasih kepada almarhum. Dalam suasana kehilangan, keluarga percaya bahwa kasih Tuhan senantiasa menyertai, baik mereka yang telah dipanggil maupun keluarga yang masih melanjutkan perjalanan kehidupan.

Almarhum meninggalkan istri tercinta, Christiana, serta anak-anak, menantu, cucu, dan cicit.

Kelima anak almarhum adalah I. E. Djoko Purwanto, A. Dwiputro S., Maria Tri Pudjiati, Lucia Sri W., dan Maria Margareta.

Almarhum juga meninggalkan para menantu, yakni Caecilia Shinta, Maria Mudmu'inah, Yonas Ado, serta mendiang Robertus Prihantoko dan mendiang Alberto Pakpahan.

Kasih dan perhatian almarhum juga menjadi bagian dari perjalanan hidup para cucu, yakni Liberty, Alfonsus, Yose, Andre, Tania Cathrine, Tasya, Tony, Joshua, Prisca, Chaterine, Rebecca, dan Judith, serta seorang cicit bernama Lothar.

Di tengah duka, keluarga mengenang perjalanan hidup almarhum sebagai bagian dari anugerah Tuhan. Kehadiran seorang ayah, kakek, dan cicit dalam kehidupan keluarga meninggalkan jejak kasih yang tidak berhenti ketika kehidupan duniawi berakhir.

Bagi umat Katolik, doa bagi mereka yang telah meninggal merupakan ungkapan iman sekaligus kasih. Karena itu, keluarga mengajak seluruh kerabat dan sahabat untuk bersama-sama mendoakan almarhum, agar Tuhan mengampuni segala dosa dan kesalahannya, menerima amal kasih serta kebaikannya, dan menganugerahkan kedamaian abadi.

Kepergian almarhum juga menjadi pengingat bahwa kehidupan manusia berada dalam penyelenggaraan Tuhan. Ada waktu untuk hadir, mengasihi, berkarya, dan pada akhirnya menyerahkan kehidupan kembali kepada Sang Pencipta.

Keluarga pun menerima kepergian tersebut dengan hati yang berduka, namun tetap disertai pengharapan Kristiani bahwa kasih Tuhan lebih kuat daripada kematian.

Selamat jalan, Hiranymus Kasman.

Semoga Tuhan menganugerahkan istirahat dan kedamaian abadi bagi almarhum. Semoga cahaya kekal menerangi jalannya menuju rumah Bapa, dan semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan, penghiburan, serta keteguhan iman.

Requiescat in Pace.

Editor: Dar Edi Yoga