ASKARA - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Top Ranger and Mountain Pathfinder (TRAMP). Rolando Edmond, yang akrab disapa Ka Olie, salah satu pendiri TRAMP, berpulang ke rahmatullah pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Kepergian Ka Olie bukan sekadar kabar kehilangan seorang sahabat. Bagi keluarga besar TRAMP, berpulangnya sosok perintis ini menjadi bagian dari perjalanan sejarah yang menyimpan begitu banyak kenangan, persaudaraan, dan pengabdian.
TRAMP bukan sekadar nama sebuah organisasi. Di dalamnya tumbuh semangat persahabatan, kecintaan terhadap alam, keberanian menghadapi tantangan, serta ikatan persaudaraan yang dibangun melalui perjalanan panjang. Di balik perjalanan itu, ada orang-orang yang turut meletakkan fondasi sejak awal, termasuk Ka Olie.
Kini, salah satu sosok yang menjadi bagian dari sejarah tersebut telah berpulang. Namun, kepergiannya tidak serta-merta menghapus jejak yang pernah ditinggalkan. Kenangan tentang para perintis akan selalu menjadi bagian dari cerita yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kabar duka tersebut disampaikan melalui ungkapan belasungkawa keluarga besar TRAMP yang turut mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.”
Doa itu menjadi ungkapan ketulusan sekaligus pengantar bagi seorang sahabat yang telah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia.
Almarhum diketahui berdomisili di kawasan Jalan Keramat, Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Bagi keluarga besar TRAMP, kehilangan ini menjadi momen untuk kembali mengenang arti persaudaraan. Waktu boleh berjalan, generasi boleh berganti, tetapi jasa orang-orang yang merintis sebuah perjalanan tidak sepatutnya dilupakan.
Ada orang-orang yang namanya mungkin tidak selalu disebut dalam setiap kegiatan, tetapi perannya tetap melekat dalam sejarah. Mereka hadir pada masa awal, ikut membangun fondasi, dan menjadi bagian dari cerita panjang yang terus hidup hingga hari ini.
Ka Olie kini telah berpulang. Namun, sebagai salah satu pendiri TRAMP, namanya akan tetap menjadi bagian dari perjalanan organisasi dan kenangan keluarga besar yang ditinggalkannya.
Keluarga besar TRAMP mendoakan agar Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan ini.
Selamat jalan, Ka Olie. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan TRAMP. Jejak para perintis akan tetap hidup dalam kenangan dan persaudaraan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.