Kamis, 17 September 2026 | 14:22
NEWS

Prof Oscar Wambrauw Tutup Usia, Papua Kehilangan Putra Terbaiknya

Prof Oscar Wambrauw Tutup Usia, Papua Kehilangan Putra Terbaiknya
Prof Oscar Wambrauw tutup usia (Dok Uncen)

ASKARA - Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Tanah Papua. Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen), Prof. Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, SE., M.Sc., Agr., berpulang pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 04.15 WIT di RSUD Dok II Jayapura.

Kepergian Prof. Oscar meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sivitas akademika Universitas Cenderawasih, serta masyarakat Papua yang selama ini mengenal dirinya sebagai salah satu figur akademisi yang aktif dalam pengembangan pendidikan tinggi di Tanah Papua.

Prof. Oscar Wambrauw lahir pada 1968 dan berpulang dalam usia 58 tahun. Semasa hidupnya, ia mengabdikan diri dalam dunia akademik dan dipercaya memimpin Universitas Cenderawasih sebagai rektor.

Ungkapan belasungkawa disampaikan keluarga besar sivitas akademika, termasuk Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih. Kepergian sang rektor dikenang sebagai kehilangan bagi institusi pendidikan yang memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia Papua.

Dalam suasana duka tersebut, keluarga besar Uncen mengutip ayat Alkitab Roma 14:8 sebagai penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan. "Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan."

Ayat tersebut menjadi pesan penghiburan sekaligus refleksi atas perjalanan kehidupan Prof. Oscar yang telah mengabdikan dirinya dalam dunia pendidikan.

Sivitas akademika Universitas Cenderawasih turut menyampaikan doa agar Tuhan Yesus Kristus memberikan kekuatan, ketabahan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kepergian Prof. Oscar bukan hanya meninggalkan ruang kosong di lingkungan Universitas Cenderawasih, tetapi juga meninggalkan jejak pengabdian dalam perjalanan pendidikan tinggi di Tanah Papua.

Selamat jalan Prof. Oscar Wambrauw. Dedikasi dan pengabdianmu bagi pendidikan di Tanah Papua akan tetap dikenang.

 

Komentar