Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:14
COMMUNITY

Ratusan Pagar Nusa dan Banser Kawal Kotak Suara Masuk Gedung Muktamar NU

Ratusan Pagar Nusa dan Banser Kawal Kotak Suara Masuk Gedung Muktamar NU
Ratusan personel pengamanan membentuk barisan di sepanjang akses menuju Gedung Serbaguna (Dok Erfan)

ASKARA - Mobil pembawa kotak suara untuk agenda pemilihan dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) akhirnya berhasil memasuki Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Minggu (30/8/2026), setelah sebelumnya sempat tertahan akibat aksi massa yang memanas.

Kendaraan pembawa kotak suara tersebut akhirnya masuk ke lokasi pemilihan pada pukul 16.00 WIB dengan pengawalan ketat dari ratusan personel Pagar Nusa dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Berdasarkan pantauan di lokasi, ratusan personel pengamanan membentuk barisan di sepanjang akses menuju Gedung Serbaguna. Pengamanan berlapis tersebut dilakukan untuk membuka jalur sekaligus memastikan mobil pembawa kotak suara dapat memasuki lokasi dengan aman.

Masuknya mobil pembawa kotak suara menjadi perkembangan penting setelah agenda pemilihan suara sebelumnya mengalami penundaan. Semula, proses pemilihan dijadwalkan berlangsung pada pukul 13.00 WIB, namun situasi di sekitar arena muktamar yang belum kondusif membuat agenda tersebut tidak dapat langsung dilaksanakan.

Sebelumnya, aksi massa sempat berlangsung semakin memanas di sekitar Gedung Serbaguna. Massa menyampaikan sejumlah aspirasi terkait proses Muktamar ke-35 NU dan persoalan pencalonan KH Muhammad Yusuf Khudhori atau Gus Yusuf.

Selain menyampaikan tujuh tuntutan terkait pencalonan Gus Yusuf, massa juga meminta adanya perubahan dalam jalannya persidangan. Salah satu tuntutan yang disuarakan massa adalah meminta pimpinan sidang diganti.

Tuntutan tersebut muncul di tengah protes massa terhadap sejumlah proses dan kebijakan yang mereka nilai perlu mendapatkan penjelasan serta evaluasi.

Dalam aksi sebelumnya, massa yang mengatasnamakan kader muda Nahdlatul Ulama juga menolak penggunaan Peraturan Perkumpulan (Perkum) yang menurut mereka tidak boleh digunakan secara sepihak dan diskriminatif untuk menghalangi pencalonan Gus Yusuf.

Mereka mendesak agar aturan organisasi diterapkan secara adil, terbuka, dan konsisten. Massa juga meminta adanya ruang klarifikasi yang setara sebelum keputusan mengenai kelayakan pencalonan Gus Yusuf ditetapkan.

Situasi sebelumnya sempat diwarnai teriakan “zalim, zalim, zalim” yang disampaikan melalui pengeras suara sebagai bentuk protes.

Aksi massa tersebut kemudian berdampak pada akses menuju Gedung Serbaguna. Mobil pembawa kotak suara yang sedianya digunakan untuk agenda pemilihan sempat tidak dapat memasuki lokasi.

Setelah pengamanan diperketat dan akses menuju gedung dikendalikan, kendaraan tersebut akhirnya berhasil masuk pada pukul 16.00 WIB.

Hingga perkembangan terbaru, belum diketahui secara resmi hasil pembicaraan antara perwakilan massa dan panitia sidang, termasuk terkait tuntutan pergantian pimpinan sidang serta tuntutan-tuntutan lain yang sebelumnya disampaikan.

Namun, masuknya mobil pembawa kotak suara ke Gedung Serbaguna menjadi tanda bahwa persiapan untuk melanjutkan agenda pemilihan mulai dilakukan di tengah pengamanan ketat.

Ratusan personel Pagar Nusa dan Banser masih disiagakan di sekitar arena Muktamar ke-35 NU untuk menjaga keamanan dan mengantisipasi perkembangan situasi menjelang kelanjutan agenda pemilihan.

 

Komentar