Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:46
COMMUNITY

Dari Kampus Mubarak, JAI Teguhkan Cinta Tanah Air dan Persatuan

Dari Kampus Mubarak, JAI Teguhkan Cinta Tanah Air dan Persatuan
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampus Mubarak, Bogor, menjadi momentum bagi Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) untuk meneguhkan komitmen kebangsaan (Dok Yudy)

ASKARA - Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampus Mubarak, Bogor, menjadi momentum bagi Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) untuk meneguhkan komitmen kebangsaan, memperkuat persaudaraan, dan memperluas kontribusi kepada masyarakat.

Mengusung semangat “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan upacara kemerdekaan, tetapi juga olahraga bersama masyarakat melalui cabang bola voli, bulu tangkis dan tenis meja. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan JAI dengan masyarakat sekitar.

Puncak peringatan digelar Senin (17/8/2026) melalui Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kampus Mubarak. Upacara berlangsung khidmat dengan pengibaran Merah Putih, pembacaan Proklamasi, Pancasila, Pembukaan UUD 1945, mengheningkan cipta, amanat pembina upacara dan doa bersama.

Amir Nasional JAI Zaki Firdaus Syahid, S.T., M.T., bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, melainkan amanah yang harus diisi dengan pengabdian dan karya nyata.

“Bagi Jemaat Ahmadiyah Indonesia, cinta tanah air tidak cukup hanya diwujudkan melalui penghormatan terhadap simbol-simbol negara, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Zaki.

Menurutnya, Proklamasi 17 Agustus 1945 memiliki makna sejarah sekaligus spiritual karena berlangsung pada bulan Ramadan. Momentum tersebut, kata dia, patut disyukuri dengan memberikan kontribusi positif bagi bangsa.

Zaki juga mengingatkan bahwa kecintaan kepada tanah air merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim.

“Di mana pun seorang Muslim berada dan hidup, di sanalah seorang Muslim harus mencintai negaranya, mencintai bangsanya, dan mencintai lingkungannya,” katanya.

Dalam konteks kehidupan berbangsa, Zaki mengajak anggota JAI mendukung pemerintahan yang sah sekaligus menyampaikan kritik maupun masukan secara santun dan bijaksana. Ia mengingatkan agar media sosial tidak digunakan untuk menyebarkan kebencian atau keburukan terhadap pemerintah dan pemimpin negara.

“Kalaupun ada ketidakbaikan, sampaikanlah dengan cara yang baik, dengan cara yang bijak, dan dengan cara-cara yang sesuai dengan ajaran yang mulia Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,” ujarnya.

Pesan tersebut sejalan dengan moto “Love for All, Hatred for None” atau Cinta untuk semua, kebencian tidak untuk siapapun, yang menjadi salah satu nilai yang dikembangkan JAI dalam kehidupan bermasyarakat.

JAI juga menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, kepedulian lingkungan dan penguatan kerukunan.

Bagi JAI, persatuan tidak berarti menghapus keberagaman. Persatuan justru dibangun melalui sikap saling menghormati, membuka ruang dialog dan bekerja bersama untuk kepentingan bangsa.

Karena itu, peringatan HUT ke-81 RI di Kampus Mubarak diarahkan bukan hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi sebagai pengingat mengenai tanggung jawab setiap warga negara untuk mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian.

Zaki memastikan JAI akan terus mendorong anggota di berbagai daerah untuk menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

“Ke depan, insya Allah, Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia di seluruh wilayah, seluruh provinsi, dan seluruh Jemaat lokal akan terus memberikan kebaikan kepada lingkungan, masyarakat, bangsa, dan negara yang kita cintai,” tegasnya.

Selain menguatkan persatuan di dalam negeri, JAI juga mengajak masyarakat mendoakan perdamaian dunia serta berakhirnya konflik yang masih berlangsung di berbagai negara.

“Kita berdoa mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa mendamaikan bangsa-bangsa dan negara-negara di dunia yang sampai hari ini masih terus bertikai, serta mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sentosa,” pungkas Zaki.

Dari Kampus Mubarak, semangat kemerdekaan pun diterjemahkan dalam pesan sederhana: mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan menjaga persatuan, menghormati perbedaan dan memberikan manfaat nyata bagi sesama.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia.

 

Komentar