Senin, 05 Oktober 2026 | 05:00
COMMUNITY

Berbagi Kasih di Merauke, BMP Temui Veteran dan Rawat Ingatan Perjuangan

Berbagi Kasih di Merauke, BMP Temui Veteran dan Rawat Ingatan Perjuangan
Kegiatan Berbagi Kasih Bersama Anggota Veteran Merauke yang digelar DPC Barisan Merah Putih (BMP) Kabupaten Merauke di Cafe Kogi Space (Dok Winona)

ASKARA - Ada cara sederhana untuk menghormati sejarah: datang, duduk bersama, mendengarkan cerita, lalu berbagi.

Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan Berbagi Kasih Bersama Anggota Veteran Merauke yang digelar DPC Barisan Merah Putih (BMP) Kabupaten Merauke di Cafe Kogi Space, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian memperingati Hari Kesaktian Pancasila sekaligus ruang silaturahmi antara generasi muda dengan para veteran dan keluarga veteran.

Ketua DPC BMP Merauke Antonius Vicktor Kaisiepo mengatakan, pertemuan dengan para sepuh telah menjadi bagian dari program organisasinya. Menurut dia, silaturahmi menjadi cara untuk menjaga hubungan sekaligus merawat ingatan tentang perjalanan bangsa.

“Kami Barisan Merah Putih menjadi wadah bagi pemuda yang cinta NKRI. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya,” ujar Vicktor.

Bagi para veteran, pertemuan tersebut bukan sekadar acara seremonial. Di usia yang tidak lagi muda, perhatian dan kesempatan untuk kembali berkumpul dengan sesama pejuang serta keluarga veteran menjadi sesuatu yang memiliki arti tersendiri.

Hal itu terasa ketika salah seorang veteran, Martheus Lamera, menyampaikan pesan di hadapan para peserta. Dengan suara yang mulai terbata-bata, ia mengingatkan pentingnya menghargai waktu sekaligus menjaga nilai-nilai yang menjadi dasar kehidupan berbangsa.

“Paling penting untuk saling menghargai, menghargai juga nilai-nilai Pancasila,” ujar Martheus sambil menunjuk tulisan Kesaktian Pancasila yang terpampang di lokasi kegiatan.

Raut haru juga terlihat ketika Martheus menyampaikan apresiasinya karena masih ada organisasi seperti BMP yang memberikan perhatian dan menyediakan ruang bagi para veteran untuk berkumpul.

Suasana kemudian berubah menjadi lebih cair. Tidak ada jarak yang terlalu lebar antara generasi muda dan para sepuh. Lagu-lagu lawas bertema perjuangan dinyanyikan bersama. Kenangan masa lalu seolah kembali hadir melalui lirik dan melodi yang akrab di telinga para veteran.

Penyanyi muda asal Merauke dari kalangan masyarakat Marind, Nurberta Bagre, turut menghidupkan suasana dengan suara merdunya. Para veteran dan keluarga menikmati setiap lagu, sebelum kegiatan dilanjutkan dengan permainan tebak lagu perjuangan.

Bagi keluarga veteran, momen seperti itu juga menjadi kesempatan berharga untuk membawa orang tua mereka bertemu dengan kawan-kawan seperjalanan.

Dewi Dumatubun, salah seorang keluarga veteran, mengaku senang dapat mengantar ibunya menghadiri kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan sederhana seperti ini memberikan ruang bagi para sepuh untuk berbagi cerita sekaligus menikmati kebersamaan.

“Pertemuan seperti ini sangat bermanfaat bagi para sepuh. Dengan menyanyi dan bercerita mereka bisa terhibur,” ujar Dewi.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian bingkisan kepada para veteran dan keluarga veteran. DPC BMP Merauke menyiapkan beras dan sejumlah kebutuhan pokok sebagai bentuk perhatian dan kepedulian.

Mungkin nilainya tidak seberapa dibandingkan jasa orang-orang yang pernah mengabdikan hidupnya bagi bangsa. Namun, bagi para sepuh, perhatian kecil itu menjadi tanda bahwa perjuangan mereka tidak dilupakan.

Di Merauke, peringatan Kesaktian Pancasila akhirnya tidak berhenti pada spanduk dan seremoni. Ia hadir dalam bentuk yang lebih sederhana: perjumpaan, lagu perjuangan, cerita masa lalu, tawa, dan sebuah bingkisan yang dibawa pulang dengan hati yang hangat.

 

Editor: Caecilia Eersta