Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:07
COMMUNITY

Dari Flores ke Italia, Suster Silvia Toreh Sejarah Pimpin Biara Benediktin

Dari Flores ke Italia, Suster Silvia Toreh Sejarah Pimpin Biara Benediktin
Suster Silvia beserta para biarawan dan biarawati foto bersama Duta Besar RI untuk Vatikan (Dok KBRI Vatican)

ASKARA - Jalan panjang sebuah panggilan membawa Suster Maria Silvia Bate, OSB, dari Nagekeo, Flores, hingga ke Orte, Italia. Di tanah yang jauh dari kampung halamannya itu, Suster Silvia kini dipercaya memimpin sebuah komunitas monastik Benediktin.

Minggu, 27 September 2026, menjadi hari bersejarah bagi biarawati asal Flores tersebut. Suster Silvia resmi ditunjuk sebagai pimpinan Monastero Benedettino di Orte atau Biara Benediktin Orte.

Kepercayaan itu sekaligus menempatkan namanya dalam catatan khusus bagi Indonesia. Suster Silvia menjadi biarawati warga negara Indonesia pertama yang terpilih sebagai kepala biara di Italia.

Ia menggantikan Madre Maria Giacinta di Maria, OSB, yang telah memasuki usia 89 tahun. Pergantian tersebut ditandai dengan Misa Pemberkatan Abas (Benedictio Abbatis) di Gereja Madonna delle Grazie, Orte, yang dipimpin Uskup Castellana, Mgr. Marco Salvi.

Misa tersebut dihadiri para pimpinan Gereja, Duta Besar RI untuk Takhta Suci Michael Trias Kuncahyono, serta keluarga besar KBRI untuk Takhta Suci.

Bagi masyarakat Indonesia, terutama dari Flores dan Nagekeo, kabar tersebut membawa kebanggaan tersendiri. Seorang putri daerah dari timur Indonesia mendapat kepercayaan untuk memimpin komunitas religius di negeri yang memiliki sejarah panjang dalam tradisi Gereja dan kehidupan monastik.

“Kami turut bangga karena ada suster WNI yang pertama kali menjadi kepala biara,” kata Michael Trias Kuncahyono, dikutip dari laman KBRI Vatikan, Kamis (1/10/2026).

Di Italia, jabatan kepala biara pada umumnya diemban biarawati berkewarganegaraan Italia. Karena itu, terpilihnya Suster Silvia menjadi peristiwa yang menandai semakin luasnya peran rohaniwan dan rohaniwati Indonesia dalam kehidupan Gereja di luar negeri.

Kehadiran mereka memang cukup besar. Per Juli 2026, tercatat 1.880 WNI rohaniwan dan rohaniwati berada dalam cakupan pelayanan KBRI untuk Takhta Suci di Vatikan dan Italia.

Dari jumlah itu, 1.592 merupakan suster atau biarawati. Mereka tersebar dalam berbagai komunitas dan menjalankan panggilan pelayanan masing-masing.

Kini, dari Nagekeo yang jauh di Flores hingga Orte di Italia, perjalanan Suster Maria Silvia Bate memasuki babak baru. Bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang tanggung jawab menjaga kehidupan komunitas, tradisi, doa, dan pelayanan yang dipercayakan kepadanya.

Sebuah perjalanan yang berawal dari timur Indonesia kini menemukan ruang pengabdian baru di Italia.

 

Editor: Caecilia Eersta