Senin, 17 Agustus 2026 | 15:12
COMMUNITY

Pendaki TRAMP Jelang HUT ke-81 RI, Ziarah ke Tugu Yudha Sentika

Pendaki TRAMP Jelang HUT ke-81 RI, Ziarah ke Tugu Yudha Sentika
Tiga anggota TRAMP, Ndari Soedibyo, Virgo Takari, dan Kapten Ismiranti di Gunung Kerinci dan Danau Gunung Tujuh (Dok Ndari)

ASKARA - Semangat mendaki sekaligus menjaga kelestarian alam ditunjukkan anggota Top Ranger and Mountain Pathfinder (TRAMP). Tiga anggota TRAMP, Ndari Soedibyo, Virgo Takari, dan Kapten Ismiranti, melakukan pendakian Gunung Kerinci pada 13 - 14 Agustus 2026.

Pendakian dimulai pada 13 Agustus 2026, dengan target mencapai puncak Gunung Kerinci. Sehari kemudian, 14 Agustus, rombongan melakukan summit sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan bersama Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Di sela perjalanan di kawasan Kerinci, ketiga anggota TRAMP juga menyempatkan diri mampir ke Tugu Yudha Sentika. Mereka berhenti sejenak untuk berdoa dan mengenang Yudha Sentika, sebelum melanjutkan perjalanan.

Momen tersebut menjadi bagian emosional dalam perjalanan. Bagi para pendaki, gunung bukan hanya ruang untuk mengejar ketinggian dan menikmati keindahan alam, tetapi juga tempat untuk mengenang perjalanan, persahabatan, serta mereka yang telah menjadi bagian dari sejarah perjalanan para pencinta alam.

Setelah menyelesaikan pendakian Kerinci, rombongan kemudian bergabung dengan Taman Nasional Kerinci Seblat dalam kegiatan Aksi Bersih sekaligus pendakian Danau Gunung Tujuh pada 16 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian kawasan konservasi. Para pendaki tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Perjalanan menuju Danau Gunung Tujuh juga menghadirkan tantangan tersendiri. Saat pendakian menuju danau, cuaca masih cerah sehingga perjalanan berlangsung relatif nyaman.

Namun kondisi berubah ketika rombongan mulai turun. Hujan deras mengguyur kawasan pegunungan, membuat jalur yang sebelumnya cukup bersahabat berubah menjadi licin dan berlumpur.

Trek berlumpur memaksa para pendaki meningkatkan kewaspadaan. Setiap langkah harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari terpeleset di jalur yang semakin licin akibat hujan.

Bagi TRAMP, kondisi tersebut merupakan bagian dari dinamika perjalanan di alam terbuka. Perubahan cuaca yang cepat menjadi tantangan yang harus selalu diperhitungkan dalam setiap pendakian.

Rangkaian perjalanan Gunung Kerinci dan Danau Gunung Tujuh akhirnya menjadi lebih dari sekadar ekspedisi. Ada pendakian, penghormatan, doa, persahabatan dan kepedulian terhadap alam yang menyatu dalam perjalanan para anggota TRAMP.

Dari puncak Kerinci hingga trek berlumpur Danau Gunung Tujuh, mereka membawa satu pesan: gunung bukan sekadar untuk ditaklukkan, tetapi untuk dihormati, dikenang dan dijaga.

 

Komentar