Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:24
NEWS

Hadapi Krisis Global, Prabowo Bilang Setiap Rupiah Dihimpun Negara Dipakai Secara Efektif

Hadapi Krisis Global, Prabowo Bilang Setiap Rupiah Dihimpun Negara Dipakai Secara Efektif
Presiden Prabowo Subianto (dok)

ASKARA- Presiden Prabowo Subianto mengatakan ekonomi global sepanjang 2026 tidak mudah. Perang dan meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan telah memicu tekanan terhadap harga energi, suku bunga, nilai tukar, hingga perdagangan dunia.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato terkait penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“Kita memasuki tahun 2026 dalam keadaan dunia yang tak menentu dan tidak mudah,” ujar Prabowo.

Tekanan, menurutnya juga terjadi pada nilai tukar sejumlah negara. Sementara itu, ketegangan geopolitik ikut mengganggu kelancaran perdagangan internasional.

Ketegangan geopolitik, ujarnya mengganggu perdagangan dunia. Meski menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian, Prabowo menyebut perekonomian Indonesia masih mampu menunjukkan ketahanan.Pihaknya menyoroti pertumbuhan ekonomi nasional pada semester I 2026 yang mencapai 5,45 persen secara tahunan.

Menurutnya ngka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi yang dicatat Indonesia dalam 13 tahun terakhir.

“Namun, di tengah tekanan dan ketidakpastian global tersebut, kita bersyukur perekonomian kita tetap berdiri tegak,” ujarnya.

Dia juga menyebut sejumlah indikator domestik masih menunjukkan kondisi yang relatif kuat. Inflasi tetap terkendali, permintaan domestik terjaga, dan APBN mampu menjalankan perannya dalam menopang perekonomian.

Dari sisi penerimaan negara, hingga akhir Juli 2026 pendapatan negara tumbuh 21,3 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Prabowo menegaskan, kondisi global yang penuh tekanan membuat pengelolaan keuangan negara harus semakin diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Setiap rupiah yang dihimpun negara, katanya harus digunakan secara efektif, terutama ketika masyarakat dan perekonomian nasional menghadapi dampak dari ketidakpastian global.

“Setiap rupiah yang dihimpun negara harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.(dry)

Komentar