Senin, 03 Agustus 2026 | 02:17
COMMUNITY

Bandar Narkoba Kini Incar Anak SD, Wabup Sidoarjo Sentil Emak-Emak: Jangan Sibuk Main HP!

Bandar Narkoba Kini Incar Anak SD, Wabup Sidoarjo Sentil Emak-Emak: Jangan Sibuk Main HP!
Senam Akbar memperingati Hari Narkotika Internasional (foto.kelana)

ASKARA – Alarm bahaya narkoba di Sidoarjo sudah di level mengkhawatirkan. Anak-anak kini menjadi target pasar baru para bandar. Fakta mencengangkan ini diungkap dalam senam akbar Hari Anti Narkotika Internasional yang digelar di halaman Disporapar Sidoarjo, Minggu (2/8) pagi.

Ratusan emak-emak yang tergabung dalam Mak-Mak Anti Narkoba Sidoarjo (Manasi), Kormi Sidoarjo, dan komunitas kosmopolitan.net tumpah ruah mengikuti senam bersama instruktur Reny Gingsul. Di tengah keringat dan semangat, ada pesan keras yang menusuk.

Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.A.P., yang juga Wakil Bupati perempuan pertama di Sidoarjo, blak-blakan menyentil para ibu.

Menurutnya, di era digital ini, ibu-ibu tidak lagi total mengawasi anak. Keintiman ibu dan anak tergerus oleh layar ponsel.
"Kita mendampingi anak-anak tidak full 100%. Sebanyak 60% anak-anak di luar dan 40% anak-anak di samping kita. Tetapi terkadang kita sendiri lalai karena lebih konsentrasi pada HP sendiri. Ya atau tidak?" seru Mimik, yang langsung disambut teriakan "Ya..." dari ratusan peserta.
Mimik menegaskan, jika ibu tidak maksimal, yang rugi adalah ibu sendiri. Ia pun memimpin deklarasi lantang, "Kami, emak-emak Sidoarjo bertekad memerangi dan melindungi generasi bangsa dari ancaman narkoba!"

Peringatan yang lebih mengerikan datang dari Kepala BNN Sidoarjo, Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto, S.H.

Gatot membongkar modus licik bandar yang kini menyamarkan narkoba menjadi jajanan anak.

"Bandar narkoba selalu mencari pasar baru. Pasar yang paling gampang pasar apa? Pasar anak. Makanya ibu-ibu pernah dengar narkoba dicampur dengan permen? Narkoba dicampur dengan jajan-jajan di sekolah-sekolah?" ungkap Gatot.

Ia meminta emak-emak untuk tidak segan memeriksa tas dan HP anak setiap hari. Ia juga menyoroti bahaya baru: Vape.

"Vape tanpa kandungan narkoba saja sudah berbahaya, ada kandungan kimia, nikotin dan senyawa logamnya. Jangan berpikir ini alternatif aman pengganti rokok. Itu kalau tidak dicampur narkoba, apalagi kalau sampai dicampur narkoba," tegasnya.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Harian DPW Jatim Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Bhayangkara Indonesia Prof. Dr Siswanto, perwakilan Polresta Sidoarjo, dan Kabid Kepemudaan Disporapar Sidoarjo Rahmat Eko Firmansyah.

Manasi menegaskan, gerakan ini lahir karena ibu adalah garda terdepan. Benteng terakhir sebelum anak terjerumus adalah pelukan dan pengawasan ibu di rumah. (Kelana)

Komentar