Selasa, 21 Juli 2026 | 08:40
COMMUNITY

Perhutani Bandung Utara Tingkatkan Mutu Getah Pinus Lewat Pendampingan Penyadap

Perhutani Bandung Utara Tingkatkan Mutu Getah Pinus Lewat Pendampingan Penyadap
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara lakukan pendampingan teknis kepada para tenaga penyadap di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Lembang, BKPH Lembang (Dok Ben)

ASKARA - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara terus memperkuat kualitas produksi getah pinus melalui pendampingan teknis kepada para tenaga penyadap di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Lembang, BKPH Lembang. Langkah ini dilakukan untuk menjaga mutu hasil sadapan di tengah meningkatnya produksi selama musim kemarau.

Pendampingan difokuskan pada peningkatan kemampuan penyadap dalam melakukan penyaringan getah agar terbebas dari kotoran, sekaligus menjaga kualitas hasil tanpa mengurangi produktivitas. Selain itu, para penyadap juga dibekali pentingnya menjaga kebersihan peralatan sadap, seperti badeng dan drum penampung getah.

Administratur Perhutani KPH Bandung Utara melalui Kepala BKPH Lembang, Cucu Supriatna, mengatakan getah pinus merupakan salah satu komoditas strategis yang berkontribusi besar terhadap kinerja perusahaan. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci menjaga stabilitas produksi.

"Melalui pendampingan ini kami ingin memastikan tenaga sadap memahami teknik penyadapan dan penyaringan yang benar sehingga kualitas getah semakin baik, sekaligus tetap menjaga kesehatan pohon pinus," ujar Cucu, Senin (20/7/2026).

Ia menambahkan, meski faktor cuaca tidak dapat dikendalikan, penerapan teknik yang tepat mampu meminimalkan dampak terhadap hasil produksi. Perhutani juga terus mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dan kesehatan kerja bagi para penyadap.

Salah seorang tenaga sadap di RPH Lembang, Warsidi, mengaku pendampingan tersebut memberikan manfaat nyata. Menurutnya, penyadap kini lebih memahami cara meningkatkan mutu getah sekaligus menjaga kelestarian pohon.

"Dengan arahan dari Perhutani, kami lebih paham teknik yang benar sehingga hasil sadapan lebih optimal dan pohon tetap terjaga," katanya.

Perhutani berharap program pendampingan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dan produksi getah pinus, sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat sekitar hutan dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, lestari, dan berkelanjutan.

 

Komentar