Rabu, 15 Juli 2026 | 20:43
NEWS

Menuju 5 Abad Jakarta, Rano Karno Ajak Insan Pers Ramaikan MHT 2026

Menuju 5 Abad Jakarta, Rano Karno Ajak Insan Pers Ramaikan MHT 2026
Wagub Rano Karno dan Ketua PWI Jaya Kesit B Handoyo (Dok PWI Jaya)

ASKARA - Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Rano Karno menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin (MHT) 2026 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya. Dukungan itu disampaikan saat menerima audiensi jajaran Pengurus Harian PWI Jaya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Rano Karno mengapresiasi konsistensi PWI Jaya yang selama lebih dari lima dekade menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik MHT sebagai ajang penghargaan bagi karya-karya jurnalistik terbaik tentang Jakarta. Menurutnya, penghargaan tersebut memiliki peran penting dalam mendorong lahirnya karya jurnalistik yang berkualitas sekaligus menjadi dokumentasi perjalanan pembangunan Ibu Kota.

Rano juga mengajak para insan pers memanfaatkan waktu yang masih tersedia hingga 31 Juli 2026 untuk mengirimkan karya terbaik, khususnya pada dua kategori istimewa, yakni "Menyongsong 5 Abad Jakarta" dan "Literasi Bank Jakarta".

"Saya mengajak rekan-rekan jurnalis untuk ikut berpartisipasi dalam Anugerah Jurnalistik MHT 2026. Masih ada waktu hingga 31 Juli 2026 untuk mengirimkan karya terbaik. Jadikan momentum menuju lima abad Jakarta ini sebagai inspirasi menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan memberi manfaat bagi masyarakat," ujar Rano Karno.

Menurutnya, tema "Menyongsong 5 Abad Jakarta" menjadi momentum strategis untuk merekam transformasi dan perjalanan Jakarta menjelang usia ke-500 tahun pada 2027. Sementara kategori "Literasi Bank Jakarta" diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap transformasi dan peran Bank Jakarta dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah.

Rano Karno juga menyatakan dukungannya agar penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik MHT pada 2027 dibuat lebih besar dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan lima abad Kota Jakarta.

"Saya mendukung agar penyelenggaraan MHT tahun depan dibuat lebih besar dan lebih semarak sebagai bagian dari peringatan lima abad Jakarta. Pers memiliki peran penting dalam mendokumentasikan sejarah sekaligus mengawal pembangunan Jakarta ke depan," katanya.

Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Biro Media Massa Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Sandy Adam bersama Ied Sabila. Sementara dari PWI Jaya hadir Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo, Ketua Panitia Anugerah Jurnalistik MHT 2026 Arman Suparman, Ketua Dewan Juri Bagus Sudarmanto, serta Tb Adi dan Ronny Kusumah.

Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik MHT 2026. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi PWI Jaya untuk terus meningkatkan kualitas ajang penghargaan yang telah menjadi tradisi jurnalistik di Jakarta.

"Anugerah Jurnalistik MHT bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga bentuk penghargaan kepada para jurnalis yang menghadirkan karya-karya berkualitas bagi masyarakat sekaligus merekam perjalanan pembangunan Jakarta," ujar Kesit.

Sementara itu, Ketua Panitia Anugerah Jurnalistik MHT 2026 Arman Suparman mengatakan panitia masih membuka kesempatan bagi jurnalis media cetak, siber, televisi, radio, maupun pewarta foto untuk mengikuti kompetisi tersebut hingga batas akhir pengiriman karya pada 31 Juli 2026.

"Kami mengundang seluruh jurnalis untuk mengirimkan karya terbaiknya. Kami berharap lahir karya-karya jurnalistik yang berkualitas, inspiratif, dan mampu memperkaya narasi pembangunan Jakarta," kata Arman.

Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin merupakan penghargaan tahunan yang diselenggarakan PWI Jaya sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik terbaik mengenai Jakarta. Pada penyelenggaraan tahun ini, dua kategori khusus, yakni "Menyongsong 5 Abad Jakarta" dan "Literasi Bank Jakarta", dihadirkan untuk menyemarakkan peringatan lima abad Jakarta sekaligus meningkatkan literasi publik mengenai transformasi Bank Jakarta.

 

Komentar