Pemerintah Diminta Perketat Pemberian Visa kepada WNA
Permintaan ini disampaikan Anggota Komisi XIII DPR RI, Yanuar Arif Wibowo dalam keterangan pers, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, kebijakan keimigrasian harus mampu mendorong devisa sekaligus pertumbuhan ekonomi.
“Imigrasi adalah border bangsa. Kita ingin devisa meningkat, tetapi orang asing yang datang juga harus memicu pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Pihaknya menegaskan kebijakan bebas visa yang terlalu luas dapat mengurangi kemampuan negara menyeleksi WNA. untuk itu, Yanuar menekankan perlunya evaluasi profil dan dampak kunjungan wisatawan.“Harapan mendatangkan banyak wisatawan itu bagus, tetapi harus selektif wisatawan seperti apa yang kita inginkan,” tanya dia.
Yanuar juga menyoroti potensi masalah sosial jika kebijakan tidak ketat, seperti WNA yang bekerja atau membuka bisnis di Indonesia.
“Jangan sampai yang masuk lebih banyak backpacker tanpa membawa devisa, lalu menimbulkan masalah sosial baru,” tegasnya.
Karena itu, DPR menekankan perlunya pengetatan kebijakan visa agar akses keimigrasian benar-benar memberi dampak positif bagi devisa dan pertumbuhan ekonomi nasional.(dry)

Komentar