Rabu, 01 Juli 2026 | 01:18
COMMUNITY

Perwatusi Semarakkan Seabad Jam Gadang dengan Pencanangan Gerakan Sumbar Peduli Osteoporosis

Perwatusi Semarakkan Seabad Jam Gadang dengan Pencanangan Gerakan Sumbar Peduli Osteoporosis
Sekitar 1.000 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat memadati lokasi acara Pencanangan Gerakan Sumatera Barat Peduli Osteoporosis di Sumatera Barat (Dok Otto)

ASKARA - Peringatan 100 Tahun Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, semakin semarak dengan partisipasi Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) yang menggelar Gebyar Senam sekaligus Pencanangan Gerakan Sumatera Barat Peduli Osteoporosis. Kegiatan berlangsung di Lapangan Kantin Wirabraja, Bukittinggi, Minggu (28/6/2026).

Sedikitnya 1.000 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat memadati lokasi acara. Mereka berasal dari Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kabupaten Dharmasraya, serta berbagai organisasi perempuan dan komunitas masyarakat yang turut mendukung kampanye hidup sehat dan pencegahan osteoporosis.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Gubernur Sumatera Barat diwakili Direktur Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi, drg. Buatil, MPH, yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi Perwatusi dalam memeriahkan peringatan satu abad Jam Gadang sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan tulang.

Menurutnya, Gerakan Sumatera Barat Peduli Osteoporosis menjadi bagian penting dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan, serta membantu pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat, memiliki tulang yang kuat, produktif, dan mandiri.

Ketua DPC Perwatusi Kota Bukittinggi, Hj. Deswani, SE, dalam laporannya menyampaikan tingginya antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap program edukasi kesehatan tulang dapat terus mendapat dukungan dari pemerintah daerah agar menjangkau masyarakat lebih luas.

Acara juga dihadiri Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, STP, yang menyampaikan terima kasih kepada Perwatusi karena telah memilih Bukittinggi sebagai lokasi pencanangan Gerakan Sumbar Peduli Osteoporosis.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu mendorong terwujudnya masyarakat Bukittinggi yang sehat, bugar, bahagia, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Sementara itu, sambutan Ketua DPD Perwatusi Sumbar,  Prof. Dr. dr. Rima Semiarti yang dibacakan Ketua Harian Perwatusi Sumatera Barat, Marlina, menyampaikan kebanggaan atas dukungan Perwatusi Pusat terhadap upaya peningkatan kesehatan masyarakat di Sumatera Barat melalui penyelenggaraan Gebyar Perwatusi.

Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran pengurus DPP Perwatusi, di antaranya Ketua Umum Anita A. Hutagalung, dr. Ade Tobing, dan Yenny Maria sebagai bentuk dukungan kepada DPD Perwatusi Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Perwatusi, Anita A. Hutagalung, menegaskan bahwa Perwatusi sebagai organisasi nirlaba yang merupakan bagian dari International Osteoporosis Foundation (IOF) akan terus menjadi pelopor dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan tulang.

Menurutnya, Perwatusi berkomitmen mendampingi masyarakat Indonesia agar memiliki tulang yang sehat dan kuat sehingga mampu menjalani kehidupan yang produktif dan mandiri. Program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi organisasi dalam mendukung gerakan promotif dan preventif pemerintah menuju Indonesia yang lebih sehat.

Pada kesempatan itu, Anita turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung berbagai program Perwatusi di seluruh Indonesia, di antaranya Purnomo Yusgiantoro Center, Fahmi Bachmid, Ibu Harmoko, serta sejumlah mitra seperti Entrasol dan Kalbe Nutritionals, PT SSP, PT Bayan Resources, dan BRI.

Melalui momentum peringatan 100 Tahun Jam Gadang, Perwatusi berharap kampanye pencegahan osteoporosis semakin dikenal masyarakat, sehingga kesadaran untuk menjaga kesehatan tulang dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat Indonesia.

 

Komentar